Karakter Religius, Dibangun Di SMAN 3 Solo

Karakter Religius, Dibangun Di SMAN 3 Solo
Ratusan Siswa SMAN 3 Solo Merayakan Natal Bersama Wujud Membangun Karakter Religius ( Jumat, 09/01/2025, Dan )

Spektroom - Sukacita natal masih terasa di Gereja St Sntonius Padua Purbayan Solo, dimana ratusan siswa SMA Negeri 3 ( Jumat 09/01/2025 ) merayakan bersama sebagai wujud memperkuat karakter religius.

Kepala SMA Negeri 3 Sutakarta Mujapar menjelaskan meski Sekolah Negeri tetap harus menjamin kemerdekaan ibadah siswanya termasuk secara khusus merayakan hari natal bersama.

Selain bagi siswa nasrani di sekolah secara rutin memfasilitasi doa malaikat Tuhan pada pukul 12 siang dan doa kerahiman ilahi di pukul 3 sore dengan harapan siswa memiliki karakter keimanan sekaligus menjadi generasi muda yang luar biasa.

"Dari kegiatan agama inilah kita akan menjadi generasi yang luar biasa," jelas Mujapar saat memberikan sambutan

Mujapar menegaskan ketaatan pada Tuhan merupakan fondasi utama agar siswa tidak tersesat di masa depan sebab disiplin ibadah menjadi benteng perilaku.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang ikut hadir memberikan apresiasi atas terjaganya iklim toleransi di sekolah dan berharap Natal bukan sekadar momentum perayaan, melainkan sarana mewujudkan nilai kasih dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita jaga toleransi di sekitar kita. Kita kuatkan keimanan dan ketaatan kita kepada Tuhan karena itulah yang akan menjadi benteng di masa mendatang," harap Astrid.

Nilai-nilai luhur Natal dapat membangun pribadi yang harmonis di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Perayaan diawali dengan ibadah natal, pertunjukan drama musikal, dan diakhiri pembagian doorprize. (Dan)

Berita terkait

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Spektroom – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon belum dapat diputuskan karena Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyerahkan hasil identifikasi usulan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pernyataan itu disampaikan Wattimena kepada wartawan usai rapat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru