Karantina Maluku Utara Tingkatkan Pemeriksaan Sapi Yang Akan Dilalulintaskan Maupun Untuk Qurban

Karantina Maluku Utara Tingkatkan Pemeriksaan Sapi Yang Akan Dilalulintaskan Maupun Untuk Qurban
Pemeriksaan hewan sapi yang dilakukan karantina (Foto:BKHIT Malut)

Ternate-Spektroom : Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah 2026 Miladiyah, kebutuhan akan sapi untuk dijadikan hewan qurban meningkat, sehingga BKHIT Maluku Utara meningkatkan pengawasan terhadap lalulintas sapi.

Sampai saat ini sudah ada 136 ekor sapi dari Halmahera Utara dilalulintaskan ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara, sapi ini sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak Karantina.

Kepala BKHIT Maluku Utara Sugeng Prayogo melalui Ketua Tim Kerja Karantina Hewan drh. Alma Salim Religa kepada Spektroom Senin, (18/5/2026) mengatakan, sapi yang dilalulintaskan ke luar Maluku Utara tetap dilakukan pemeriksaan ketat oleh pihak karantina hewan.

"Dalam pemeriksaan yang dilakukan Tidak ditemukan sapi yang sakit, kemudian karantina juga bersinergi bersama dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan dalam melakukan pengawasan lalulintas sapi maupun pemeriksaan hewan qurban," ujar deh. Ega sapaan drh. Alma Salim Religa.

Sapi yang dilalulintaskan tersebut menurut drh. Ega, 120 ekor berasal dari Tobelo Halmahera Utara dilalulintaskan ke Kalimantan Timur dan 16 ekor dari Jailolo Halmahera Barat dilalulintaskan ke Sulawesi Utara.

Untuk persiapan pengawasan Idul Adha pihak Karantina memiliki satuan pelayanan di beberapa kabupaten di Maluku Utara, sehingga dapat memfasilitasi pelaku usaha yang ingin melalulintaskan hewan kurbannya, kemudian memperketat pengawasan di tiap-tiap pelabuhan untuk menjaga lalulintas hewan ternak yang akan keluar wajib dilengkapi sertifikat Karantina.

"Dengan kelengkapan sertifikat dari Karantina menjamin bahwa hewan tersebut bebas dari penyakit sehingga dapat dilalulintaskan, serta kami juga telah berkoordinasi dengan dinas yg membidangi peternakan dan kesehatan hewan agar saling bersinergi menjaga dan memeriksa bahwa hewan yang dijual untuk kurban adalah hewan yang sehat dan tidak tertular penyakit," ucap drh. Ega

Kepada seluruh masyarakat diharapkan agar menjelang Idul Adha terutama bagi pelaku usaha dimohon untuk melaporkan hewan ternak ke dinas terkait yang berwenang agar hewan yang dilalulintaskan dapat dijamin kesehatannya.

Selain itu untuk calon pembeli hewan qurban mohon dengan jeli agar bisa mendapatkan hewan kurban yang sehat, layak untuk qurban, dan tidak penyakit, serta kepada seluruh masyarakat apabila menemukan tindakan pelanggaran terkait dengan lalulintas hewan, atau pun ditemukan hewan yang mengalami gejala penyakit bisa lapor ke instansi atau dinas setempat yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan.

Berita terkait

Dua Perusahaan Bersatu Hadang Karhutla di Ketapang, Sekat Bakar Dibangun di Perbatasan Konsesi

Dua Perusahaan Bersatu Hadang Karhutla di Ketapang, Sekat Bakar Dibangun di Perbatasan Konsesi

Ketapang - Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, di tengah musim kemarau mendorong PT Mayawana Persada dan PT Jalin Vaneo memperkuat langkah pencegahan secara bersama-sama. Kedua perusahaan pemegang konsesi hutan tersebut membangun sekat bakar atau firebreak di kawasan perbatasan konsesi, Selasa (15/9/2026)

Apolonius Welly, Buang Supeno
7 Fraksi DPRD Kalteng Desak RAPBD 2027 Tak Sekadar Jadi Angka di Atas Kertas

7 Fraksi DPRD Kalteng Desak RAPBD 2027 Tak Sekadar Jadi Angka di Atas Kertas

Palangka Raya-Spektroom: Tujuh fraksi DPRD Kalimantan Tengah mengingatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar RAPBD 2027 tidak berhenti sebagai deretan angka dalam dokumen anggaran. Mereka menuntut setiap rupiah anggaran memiliki sasaran yang jelas dan berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Pandangan itu disampaikan tujuh fraksi DPRD Kalteng dalam Rapat Paripurna Ke-6 Masa

Polin, Buang Supeno
ссс