Kemendukbangga/BKKBN Malut Dorong Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Posyandu di Halmahera Timur

Kemendukbangga/BKKBN Malut Dorong Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Posyandu di Halmahera Timur
Rapat koordinasi strategis yang digelar BKKBN Malut bersama jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Foto:BKKBN Malut)

Sofifi–Spektroom : Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara bergerak cepat melakukan langkah strategis guna menurunkan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga.

BKKBN Maluku Utara meminta dukungan penuh dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Halmahera Timur untuk menyukseskan program GATI, khususnya Gerakan Ayah Mengantar Anak (GEMA) Posyandu.

Permintaan dukungan ini dibahas secara mendalam dalam rapat koordinasi strategis yang digelar bersama jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Senin (18/5/2026). Rapat tersebut bertujuan untuk merumuskan berbagai terobosan baru yang lebih efektif dalam intervensi stunting berbasis keluarga.

Langkah advokasi ini dilakukan untuk mendorong Kepala Daerah beserta seluruh jajaran perangkat daerah di Halmahera Timur agar memberikan legitimasi formal terhadap Gerakan Ayah Teladan. Gerakan ini dirancang khusus untuk memicu keterlibatan aktif para ayah dalam mengawal tumbuh kembang anak, salah satunya dengan meluangkan waktu mengantarkan anak mereka ke Posyandu.

Komitmen dari pemangku kebijakan di tingkat daerah dinilai sangat krusial. Selama ini, terdapat stigma yang melekat di masyarakat bahwa urusan pengasuhan dan pemantauan kesehatan anak di Posyandu sepenuhnya merupakan tanggung jawab ibu. Melalui GEMA Posyandu, BKKBN ingin mendobrak pandangan tersebut.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Ansar Djainahu, S.Sos menegaskan komitmennya bahwa institusinya akan terus mengawal dan mendampingi daerah dalam melahirkan inovasi pengasuhan yang inklusif. Menurutnya, intervensi stunting tidak akan berjalan maksimal jika hanya dibebankan kepada satu pihak.
"Stunting bukan hanya urusan ibu. Peran dan kehadiran seorang ayah dalam memastikan anak mendapatkan layanan kesehatan di Posyandu sangat menentukan keberhasilan intervensi stunting.

Kami di BKKBN Maluku Utara berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mengadvokasi gerakan ini, namun kami juga butuh legitimasi serta komitmen kuat dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur agar gerakan ini dapat berjalan masif dan terstruktur," ujar Ansar

Dengan sinergi yang kuat antara BKKBN Maluku Utara dan DP2KBP3A Halmahera Timur, diharapkan Gerakan Ayah Teladan ini tidak sekadar menjadi imbauan, melainkan sebuah aksi nyata yang membudaya di tengah masyarakat demi melahirkan generasi Maluku Utara yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Berita terkait

Karantina Maluku Utara Tingkatkan Pemeriksaan Sapi Yang Akan Dilalulintaskan Maupun Untuk Qurban

Karantina Maluku Utara Tingkatkan Pemeriksaan Sapi Yang Akan Dilalulintaskan Maupun Untuk Qurban

Ternate-Spektroom : Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah 2026 Miladiyah, kebutuhan akan sapi untuk dijadikan hewan qurban meningkat, sehingga BKHIT Maluku Utara meningkatkan pengawasan terhadap lalulintas sapi. Sampai saat ini sudah ada 136 ekor sapi dari Halmahera Utara dilalulintaskan ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara, sapi ini sudah dilakukan pemeriksaan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Maluku Utara

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Senin (18/5/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 18 - 24 Mei 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru