Karhutla Kalbar Masuk Fase yang Menghawatirkan, Hotspot Meningkat

Pemerintah tidak ingin mengulangi pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya ketika karhutla menyebabkan kerusakan luas dan menelan korban jiwa.

Karhutla Kalbar Masuk Fase yang Menghawatirkan, Hotspot Meningkat
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus berbincang serius dengan Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto tentang Karhutla dan meningkatnya hotspot di Kalimantan Barat, di posko utama Karhutla Bandara Supadio Pontianak. (Foto: Adpim Pemprov Kalbar).

Pontianak-Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat memasuki fase yang mengkhawatirkan. Lonjakan titik panas di sejumlah daerah, terutama Kabupaten Ketapang, memaksa Pemerintah Provinsi Kalbar meningkatkan status kewaspadaan dan meminta dukungan penuh pemerintah pusat untuk mencegah bencana asap kembali meluas.

Peringatan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla bersama Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto di Posko Utama Karhutla Lanud Supadio, Kubu Raya, Jumat (07/08/2026).

Di hadapan unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, hingga instansi vertikal, Krisantus mengungkapkan bahwa Kalbar sedang memasuki periode paling rawan dalam siklus tahunan karhutla.

Berdasarkan data dan pola kejadian sebelumnya, Agustus hingga Oktober merupakan masa ketika kebakaran dapat berkembang sangat cepat dan sulit dikendalikan.

“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Begitu hotspot muncul, seluruh unsur harus bergerak. Keterlambatan beberapa jam saja bisa berdampak pada meluasnya kebakaran,” tegasnya.

Ancaman terbesar berada di kawasan lahan gambut yang tersebar luas di Kalbar. Berbeda dengan kebakaran biasa, api di lahan gambut mampu membakar hingga lapisan bawah tanah dan sulit dideteksi. Dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga kabut asap pekat yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, pendidikan, hingga kesehatan publik.

Kondisi semakin berat setelah BMKG memprediksi Kalbar masih akan menghadapi cuaca kering dalam beberapa pekan ke depan. Minimnya pembentukan awan hujan membuat risiko munculnya titik api baru semakin tinggi.

Situasi ini mendorong Pemprov Kalbar meminta intervensi lebih besar dari pemerintah pusat melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), penambahan armada udara, serta penguatan operasi water bombing untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau tim darat.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengulangi pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya ketika karhutla menyebabkan kerusakan luas dan bahkan menelan korban jiwa. Mengacu pada arahan Presiden RI, Suharyanto meminta seluruh jajaran bergerak cepat setiap kali satelit mendeteksi hotspot baru.

“Jangan menunggu api besar. Ketika satu titik panas muncul, personel harus langsung masuk dan melakukan pemadaman. Pencegahan jauh lebih murah dibanding penanganan ketika kebakaran sudah meluas,” katanya.

Kini Kalbar menghadapi ujian serius musim kemarau 2026. Dengan curah hujan yang minim, luasnya kawasan gambut, dan meningkatnya hotspot di lapangan, keberhasilan penanganan karhutla akan sangat ditentukan oleh kecepatan respons aparat serta ketegasan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Jika tidak, ancaman kabut asap yang pernah menjadi mimpi buruk tahunan berpotensi kembali menyelimuti Kalimantan Barat.

Berita terkait

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepri Gelar Seminar Peran Gen Z dalam Mengenali dan Mencegah Kanker Sejak Dini

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepri Gelar Seminar Peran Gen Z dalam Mengenali dan Mencegah Kanker Sejak Dini

Tanjungpinang-Spektroom : Ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Tanjungpinang mengikuti Seminar Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepulauan Riau Kepri Goes To School di SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Kamis (6/8/2026). Seminar tersebut di buka langsung oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepri, Hj. Dewi Kumalasari Ansar juga Pimpinan Dewan Kepri. Seminar

Desmawati, Rafles
Walikota Batam: Anak-anak Mainland dan Hinterland Miliki Hak yang Sama Memperoleh Akses Pendidikan Layak

Walikota Batam: Anak-anak Mainland dan Hinterland Miliki Hak yang Sama Memperoleh Akses Pendidikan Layak

Batam-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Batam membuka akses lebih luas melalui program beasiswa sebagai investasi untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap membangun daerah. Selama periode kepemimpinan Walikota Batam Amsakar dan Wakil Walikota Li Claudia, hingga Juni 2026, sebanyak  205  orang mahasiswa yang sudah menerima beasiswa. Pada tahun ajaran 2026/

Desmawati, Julianto