Karhutla Kian Meluas di Kalbar

Karhutla

Karhutla Kian Meluas di Kalbar
Sebaran titik panas Kalbar. Sumber Pusdalops PB BPBD kalbar

Spektroom - Asap tipis mulai terasa di udara pagi Kota Pontianak. Bukan kabut pekat yang langsung menusuk mata, tetapi cukup untuk meninggalkan jejak debu halus di sudut-sudut teras rumah.

Di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Emi, seorang ibu rumah tangga, setiap hari harus menyeka lantai dan perabot rumahnya lebih sering dari biasanya. “Pagi dibersihkan, sore sudah berdebu lagi,” ujarnya sambil menunjuk sudut teras rumah yang dipenuhi partikel hitam keabu-abuan.

Angin yang bertiup pelan membawa sisa asap kebakaran lahan gambut dari wilayah sekitar, membuat warga kembali waspada akan ancaman karhutla yang perlahan meningkat sejak awal tahun ini.

Memasuki minggu terakhir Januari 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dilaporkan semakin meluas. Minimnya curah hujan sejak pertengahan Januari, yang hanya berupa hujan ringan, membuat lahan gambut mengering dan mudah terbakar.

Kabupaten Kubu Raya, yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak, menjadi salah satu wilayah terparah terdampak. Puluhan hektare lahan gambut dilaporkan terbakar, bahkan diperkirakan telah mencapai ratusan hektare di beberapa titik. Api yang menjalar di bawah permukaan gambut membuat proses pemadaman berlangsung sulit dan memakan waktu.

Meski asap belum mengganggu jarak pandang secara signifikan di jalan raya, kekhawatiran warga tetap terasa. “Kalau sudah begini, takutnya makin parah. Anak-anak juga mulai batuk,” kata Emi, yang mengaku selalu menyiapkan masker di rumah untuk berjaga-jaga.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kalimantan Barat, Daniel menegaskan pihaknya fokus pada upaya penanggulangan bencana.

Terkait penyebab kebakaran, apakah lahan tersebut terbakar secara alami atau sengaja dibakar, ia enggan berkomentar. “Itu bukan ranah kami. Pembuktian dibakar atau terbakar secara alami adalah kewenangan penyidik kepolisian melalui penyelidikan di TKP,” tegas Daniel.

Menurutnya, BPBD bersama unsur terkait saat ini memprioritaskan pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas. Hingga Minggu (31/01/2026), cuaca di Kota Pontianak masih terpantau kering tanpa hujan.

Masyarakat berharap langit segera menurunkan hujan yang dapat meredam api dan mengakhiri kekhawatiran tahunan akan karhutla.

Berita terkait

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Bogor-Spektroom : Rudy Susmanto, melakukan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 bersama Kepala BPS Kabupaten Bogor di kediamannya, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. " Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk memperoleh data yang

Asmari, Buang Supeno
Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno