Karolin Margret Natasa, Hentikan Pola Belanja Rutin Tidak Berdampak Bagi Rakyat

Karolin Margret Natasa, Hentikan Pola Belanja Rutin Tidak Berdampak  Bagi Rakyat
Bupati Karolin memberi arahan kebijakan Pertanian 2026 di kabupaten Landak saat bertemu petani.( Foto : Sartiman)

Spektroom - Petani Kabupaten Landak tidak membutuhkan program di atas kertas, tetapi anggaran untuk bekerja di sawah, kebun, kolam, dan dapur keluarga mereka.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Landak menegaskan bahwa arah kebijakan pertanian 2026 harus berpihak pada petani sebagai pelaku utama ketahanan pangan, bukan sekadar objek program pemerintah.

Sikap itu ditegaskan Bupati Landak Karolin Margret Natasa, yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghentikan pola belanja rutin yang tidak berdampak langsung bagi rakyat.

Anggaran pertanian, menurut Karolin, harus dirancang secara efektif, efisien, dan inovatif, dengan satu tujuan utama: memperkuat posisi petani dan masyarakat desa.

Arahan tersebut kemudian diterjemahkan oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak melalui penyusunan program prioritas tahun anggaran 2026 berbasis evaluasi kinerja.

Pendekatan ini dimaksudkan agar uang publik tidak habis di birokrasi, tetapi berbuah nyata bagi peningkatan produksi pangan, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Landak.

“Saya selalu mengingatkan kepada seluruh OPD untuk membuat program yang efektif dan efisien serta inovasi, dan yang terpenting keterbatasan anggaran ini bisa kita maksimalkan untuk kepentingan para petani dan masyarakat,” kata Karolin.

Kepala DPPKP Landak, John Elak, menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Landak Nomor 900.1.1/1393/II-BPKAD Tahun 2025.

Ia menyebutkan, fokus program prioritas DPPKP tahun 2026 diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Landak mencakup kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan swasembada pangan, serta upaya memastikan ketersediaan dan stabilisasi pasokan serta harga pangan di daerah.

Bagi petani, kebijakan ini menentukan langsung keberlanjutan usaha tani dan ketahanan ekonomi keluarga desa.

“Kita harus introspeksi dan evaluasi atas apa yang sudah dicapai, dan yang lebih penting, memperbarui komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang responsif,” tegas John Elak di Ngabang, Sabtu (24/01/2026).

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pertanian di Kabupaten Landak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

"Petani dan kelompok tani harus diposisikan sebagai subjek utama pembangunan didukung oleh sinergi pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan " ungkapnya

Dari sisi perencanaan, Perencana Ahli Muda DPPKP Landak, Irawan Prastomo, menjelaskan bahwa penganggaran berbasis kinerja merupakan pendekatan strategis yang mengaitkan alokasi anggaran dengan hasil yang terukur, sesuai prinsip Performance-Based Budgeting.

Menurutnya, pendekatan ini tidak lagi semata bertumpu pada pola belanja masa lalu, tetapi menjawab pertanyaan mendasar tentang tujuan program, indikator hasil, serta efisiensi penggunaan sumber daya.

“Kita harus mengawal program prioritas yang telah dialokasikan dapat berjalan efektif, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat dengan menekankan pentingnya profesionalisme, transparansi, inovasi, serta pelayanan publik yang responsif,” pungkas Irawan.

Berita terkait

Camat Bungku Kabupaten Morowali  Meraih Gelar  Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Camat Bungku Kabupaten Morowali Meraih Gelar Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Spektroom - Kinerja aparatur sipil negara merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan.publik.Ditengah tuntutan reformasi birokrasi,globalisasi dan digitalisasi layanan Aparatur sipil negara tidak hanya di tuntut bekerja secara administratif,namun juga harus mampu menunjuķkan kinerja yang produktif,adaptif dan berorientasi. Camat Bungku Kabupaten Morowali

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti