Kawasan Danau Dendam Bakal Dorong Sektor Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi di Bengkulu
Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan penataan Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu sebagai upaya memperkuat daya saing destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Penataan kawasan ini diharapkan menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, nyaman, dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal, UMKM, serta masyarakat di sekitar kawasan.
Danau Dendam Tak Sudah merupakan salah satu ikon wisata Kota Bengkulu yang memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan di Pulau Sumatera. Selain menyuguhkan panorama alam yang indah, kawasan ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Nama "Danau Dendam Tak Sudah" diyakini berasal dari legenda masyarakat setempat mengenai kisah cinta yang tidak pernah terselesaikan, sehingga menjadi bagian dari identitas budaya Bengkulu yang masih hidup hingga kini.
Kawasan danau memiliki luas keseluruhan sekitar 577 hektare dengan luas permukaan air sekitar 67 hektare. Sementara penataan yang dilakukan Kementerian PU mencakup area seluas 4 hektare yang berlokasi di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.
Di lokasi tersebut, Kementerian PU membangun berbagai fasilitas pendukung yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata," kata Menteri Dody dalam berita tertulis yang diterima spektroom, Senin malam (20/7/2026)
Saat ini Pekerjaan konstruksi meliputi pembangunan Kancah Selera sebagai pusat kuliner, Panggung Kecik, Balai Temu, amfiteater dan Panggung Gedang, bangunan ticketing, penataan lansekap, pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, serta pemasangan storytelling signage yang akan memperkenalkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang melekat pada Danau Dendam Tak Sudah kepada para pengunjung.
Keberadaan Kancah Selera diharapkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan kuliner khas Bengkulu, sementara Panggung Kecik dan Panggung Gedang akan dimanfaatkan sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya daerah. Dengan demikian, kawasan wisata ini tidak hanya menjadi tempat menikmati keindahan alam, tetapi juga menjadi ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal.
Selain itu, penataan lansekap dan pembangunan titik pandang (sunrise view) akan memperkuat daya tarik wisata, sedangkan storytelling signage akan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih edukatif melalui penyampaian kisah sejarah, legenda, dan informasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan danau.
Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah berjarak sekitar 5,2 kilometer dari pusat kota Bengkulu atau dapat ditempuh dengan jalur darat sekitar 15 menit menggunakan kendaraan.
Melalui penataan ini, Kementerian PU berharap Danau Dendam Tak Sudah semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan Bengkulu yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dari dalam maupun luar daerah yang diharapkan berdampak pada bertumbuhnya usaha masyarakat, meningkatnya pendapatan pelaku UMKM, terciptanya lapangan kerja baru, serta semakin kuatnya peran sektor pariwisata dengan tetap selaras pada prinsip pelestarian lingkungan dan budaya.