Ke Baleg DPR RI Ketua PPTTI Lampung Perjuangkan Nasib Petani Singkong

Ke Baleg DPR RI Ketua PPTTI Lampung Perjuangkan Nasib Petani Singkong

SPEKTROOM.ID - Bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal Ketua PPTTI dan PPUKI memperjuangkan nasib petani dan pengusaha singkong ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Dalam RDPU yang dipimpin langsung oleh Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan,
Ketua Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) Provinsi Lampung Welly Soegiono dan Ketua Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Provinsi Lampung Dasrul Aswin kompak meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas menghentikan impor.

"Kesimpulan yang paling terbaik adalah stop impor," tegas Welly.

Welly mengungkapkan kondisi terpuruk yang tengah dialami petani singkong di Lampung akibat harga jual yang sangat rendah dan praktik perantara yang merugikan.

Menurut Welly, saat ini petani tidak lagi menjual langsung ke pabrik, tetapi melalui pelapak atau tengkulak. Kondisi ini menyebabkan harga yang diterima petani jauh dari yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

"Pak Gubernur sudah menentukan harga yang berarti Rp945 per kilogram, tetapi petani saat ini hanya menerima Rp400 sampai Rp500 per kilogram," katanya.

Welly juga menyampaikan bahwa para pelapak ini tidak semuanya beroperasi secara fair. Ada yang murni sebagai pelapak, namun ada pula yang merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah.

"Pelapak atau tengkulak ini ada yang murni, tetapi ada juga yang dibuat oleh perusahaan untuk mensiasati agar beli lebih murah,” ungkapnya.

PPTTI bersama Gubernur dan para Bupati disebut telah membahas langkah-langkah untuk menata dan mengatur ulang sistem distribusi dan perdagangan singkong agar petani bisa lebih sejahtera.

"Kita bersama Bapak Gubernur dan Bupati sedang mencari cara bagaimana mengatur dan menata ini," katanya.

Sementara itu, Anggota Baleg DPR RI Firman Soebagyo menyampaikan bahwa pembahasan di DPR saat ini sangat relevan dengan nasib petani singkong.

Setidaknya ada dua undang-undang yang tengah disusun yang akan memberikan ruang dan perlindungan bagi komoditas singkong salah satunya RUU tentang Pangan.

"RUU tentang Pangan. Singkong akan kita masukkan sebagai bahan baku pangan strategis, sehingga akan mendapat perlindungan dalam regulasi nasional,” ujar Firman.

Firman juga menyoroti peran Bulog dalam rancangan RUU Pangan tersebut, di mana terdapat satu pasal penting terkait transformasi Bulog.

"Bulog nantinya berperan sebagai buffer stock dan penyangga harga singkong. Jadi singkong akan dibeli oleh Bulog," tegasnya. (@Ng)

Berita terkait

Presiden Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Bangun Ekosistem Perikanan Modern dari Pesisir

Presiden Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Bangun Ekosistem Perikanan Modern dari Pesisir

Gorontalo-Spektroom : Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sektor kelautan dan perikanan secara besar-besaran melalui penguatan ekonomi biru saat meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (09/05/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara meninjau fasilitas di atas lahan seluas 3.895 meter persegi

Rafles
Presiden Prabowo Siapkan Desa Nelayan Modern di Miangas, Dorong Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

Presiden Prabowo Siapkan Desa Nelayan Modern di Miangas, Dorong Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

Miangas-Spektroom : Saat menyapa masyarakat Miangas, Kab. Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (09/05/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan desa nelayan sebagai bagian dari program penguatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah terdepan Indonesia. Presiden mengatakan bahwa pemerintah melalui akan mulai membangun desa nelayan di Miangas dalam waktu

Rafles