Keberagaman Adalah, Toleransi & Harus Terus Dijaga

#Repost biroadpim.lampungprov.go.id

Keberagaman  Adalah,  Toleransi &  Harus Terus Dijaga
Gubernur kukuhkan pengurus FKUB, FPK, dan FKDM Provinsi Lampung di Balai Keratun Lantai 3, Kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Lampung. (Foto Biro Adpim Lampung).

Bandar Lampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) bersinergi bersama pemerintah dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, serta memastikan Lampung tetap menjadi rumah bersama yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza usai mengukuhkan pengurus FKUB, FPK, dan FKDM Provinsi Lampung di Balai Keratun Lantai 3, Kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Bandarlampung, Selasa (7/7/2026).

Gubernur menegaskan ini merupakan amanah besar untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.

"Saudara-saudara yang hari ini dikukuhkan tidak hanya mengemban amanah organisasi, tetapi juga amanah untuk menjaga kepercayaan masyarakat, menjaga stabilitas daerah, serta memastikan Provinsi Lampung tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh semangat kekeluargaan," ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, Lampung sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang terbuka dan ramah terhadap siapa pun. Berbagai suku bangsa datang, menetap, hidup berdampingan, dan bersama-sama membangun kehidupan di Provinsi Lampung.

Keberagaman tersebut, kata Gubernur, merupakan anugerah sekaligus kekuatan yang harus terus dijaga. Sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, dan semangat hidup berdampingan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung sejak lama.

"Oleh karena itu, saya percaya keberagaman di Provinsi Lampung adalah modal sosial yang diwariskan para pendahulu kita selama ratusan tahun. Ke depan, keberagaman ini harus menjadi nilai tambah dan kekuatan dalam membangun daerah," katanya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa masyarakat Lampung terdiri dari berbagai latar belakang, seperti Jawa, Sunda, Bali, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi, Batak, Karo, dan berbagai suku lainnya.

Namun ketika tinggal di Lampung, seluruh masyarakat tersebut tidak lagi merasa sebagai pendatang. Mereka merasa Lampung merupakan rumah bersama.

"Rasa memiliki terhadap daerah inilah yang harus terus kita pelihara. Negara harus mampu menjaga ekosistem sosial yang telah terbentuk sehingga tumbuh rasa cinta kepada Provinsi Lampung, baik sebagai tanah kelahiran maupun tanah pengabdian bagi seluruh masyarakatnya," ujarnya.

Dirinya menilai keterbukaan masyarakat Lampung menjadi salah satu kekuatan besar yang belum tentu dimiliki daerah lain. Karakter masyarakat yang mudah menerima siapa pun sebagai saudara membuat berbagai kelompok masyarakat merasa diterima dan menjadi bagian dari Lampung.

Keberagaman tersebut, lanjutnya, justru menjadi kekuatan pembangunan karena setiap suku memiliki keunggulan masing-masing dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Provinsi Lampung.

"Warisan ini bukan semata-mata dibangun oleh pemerintah, tetapi oleh karakter masyarakat Lampung sendiri yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, apa pun tantangan yang akan dihadapi Indonesia maupun dunia, kita harus tetap menjaga kedamaian, persaudaraan, dan kebersamaan," tegasnya.

Sementara dalam laporannya, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung Achmad Saepulloh melaporkan bahwa pembentukan ketiga forum tersebut merupakan amanat peraturan perundang-undangan.

FKUB beranggotakan 21 orang yang bertugas memberikan rekomendasi kepada gubernur dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, memfasilitasi dialog antarumat beragama, serta menyerap aspirasi masyarakat.

Adapun Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) beranggotakan 37 perwakilan berbagai etnis, paguyuban, dan organisasi kemasyarakatan yang bertugas memperkuat pembauran kebangsaan melalui dialog, sosialisasi, serta pemberian rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah.

Sementara FKDM dibentuk untuk menghimpun, mengoordinasikan, dan menyampaikan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang dapat mengganggu stabilitas daerah, sekaligus memberikan rekomendasi kepada pemerintah sebagai langkah antisipasi dini.

Achmad menjelaskan, pelantikan dan pengukuhan ketiga forum tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama, mempererat pembauran kebangsaan, serta meningkatkan kewaspadaan dini guna mewujudkan kehidupan masyarakat Provinsi Lampung yang aman, damai, harmonis

Dalam pengukuhan tersebut, ditetapkan Muhammad Bahrudin sebagai Ketua FKUB Provinsi Lampung periode 2026–2030, Darussalam sebagai Ketua FPK Provinsi Lampung periode 2025–2029, dan Gandhi Liyorba Indra sebagai Ketua FKDM Provinsi Lampung periode 2026–2030.(@Ng).

Berita terkait

Bonus Atlet Porprov 2026 Masih Dibahas, Mampukah Sawahlunto Wujudkan Janji untuk Pejuang Prestasi?

Bonus Atlet Porprov 2026 Masih Dibahas, Mampukah Sawahlunto Wujudkan Janji untuk Pejuang Prestasi?

Sawahlunto–Spektroom : Kepastian bonus bagi atlet Kota Sawahlunto yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 mulai menjadi perhatian serius. Meski skema penghargaan masih dalam tahap pembahasan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto berharap komitmen pemerintah daerah segera diwujudkan agar mampu mendongkrak motivasi para atlet.

Riswan Idris, Rafles