Senyum Fico dan Sepatu Baru : Kisah Santunan Door-to-Door Muslimat NU di Bekasi

Senyum Fico dan Sepatu Baru : Kisah Santunan Door-to-Door Muslimat NU di Bekasi
Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Tambun Selatan mendatangi anak-anak kurang mampu. ( Foto : Spektroom)

Bekasi - Spektroom : Awal pekan Juli 2026 menjadi hari yang berbeda bagi anak-anak kurang mampu di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Jika biasanya acara santunan identik dengan kerumunan anak-anak yang mengantre di sebuah aula, kali ini suasananya jauh lebih hangat. Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Tambun Selatan memilih cara baru: mendatangi mereka langsung dari pintu ke pintu.

Langkah kaki para pengurus hari itu membawa misi penting. Mereka membawa amplop dana santunan dan paket alat tulis. Momennya pun sangat tepat, yakni tepat beberapa hari menjelang tahun ajaran baru sekolah dimulai.

Bagi keluarga duafa, pergantian tahun ajaran baru sering kali menjadi momen yang mendebarkan sekaligus membingungkan. Biaya buku paket dan seragam baru selalu membayangi pikiran para orang tua yang kesulitan secara ekonomi. Kehadiran para pengurus Muslimat NU bagaikan oase di tengah kecemasan tersebut.

Salah satu binar kebahagiaan itu terpancar dari wajah Fico. Bocah polos berusia 8 tahun ini tidak dapat menyembunyikan rasa gembiranya saat rumahnya diketuk oleh para pengurus. Ketika ditanya untuk apa uang santunan tersebut, Fico menjawab dengan jujur dan lugu.

"Mau dibelikan seragam sekolah dan sepatu yang sudah dobol (rusak)," ungkap Fico sambil tersenyum lebar.

Bagi Fico dan ratusan anak lainnya, bantuan ini bukan sekadar materi. Ini adalah suntikan semangat dan harapan baru agar mereka bisa melangkah ke sekolah dengan kepala tegak, mengenakan seragam rapi, dan bersepatu layak seperti teman-teman lainnya.

Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Tambun Selatan, Ibu Hj. Zulhaemi, M. Pd. I., menjelaskan bahwa perubahan metode pemberian santunan ini sengaja dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran dan terasa lebih personal.

"Bantuan ini sengaja diperuntukkan bagi anak-anak sekolah yang orang tuanya duafa. Kami ingin sedikit membantu meringankan biaya buku paket pelajaran dan seragam. Biasanya, setiap mau tahun ajaran baru, para orang tua duafa ini selalu bingung. Kami berharap ini bisa mengurangi beban mereka," ujar Ibu Hj. Zulhaemi.

Aksi jemput bola ini dilakukan secara serentak menyisir 10 desa di wilayah Tambun Selatan, meliputi:Desa Jatimulya, Desa Lambangsari, Desa Setiadarma, Desa Tambun, Desa Mekarsari, Desa Sumberjaya, Desa Mangunjaya, Desa Setiamekar, Desa Tridayasakti,Desa Lambangjaya

Melalui ketukan pintu di sepuluh desa ini, Muslimat NU Tambun Selatan tidak hanya membagikan alat tulis dan dana, tetapi juga sedang merajut kembali harapan masa depan anak-anak bangsa yang sempat cemas menghadapi hari pertama sekolah.

Berita terkait

Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan

Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mendorong peran strategis para pendamping desa berdaya transformatif untuk mengoptimalisasi berbagai sumber daya manusia dan potensi lokal ekonomi desa dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di NTB. Pembangunan desa sebagai fondasi utama mewujudkan NTB yang maju, kuat, dan berkualitas. Sinergi antara pemerintah

Marsam Putrangga, Julianto
Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026, Kemenag Sawahlunto Ajak Masyarakat Cek Ulang Arah Kiblat Secara Serentak

Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026, Kemenag Sawahlunto Ajak Masyarakat Cek Ulang Arah Kiblat Secara Serentak

Sawahlunto–Spektroom : Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat pada 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan kembali ketepatan arah kiblat masjid, musala hingga rumah tinggal. Ajakan tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Kota Sawahlunto,

Riswan Idris, Rafles