Keberhasilan Pembangunan di Papua Perlu Legitimasi Sosial Masyarakat

Keberhasilan Pembangunan di Papua Perlu Legitimasi Sosial Masyarakat
Keterangan pers peneliti Mpsi Annas Fitra Akbar.( foto: Tony Teniwut).

Merauke-Spektroom : Peneliti Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Annas Fitrah Akbar, menilai kemampuan menjadikan budaya sebagai modal sosial dalam setiap proses pembangunan, merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasian pembangunan di papua.

Dengan kata lain bahwa ukuran keberhasilan pembangunan di papua, tidak sertamerta terletak pada besarnya investasi, pembangunan infrastruktur, maupun pertumbuhan ekonomi, namun aspek budaya punya peran sangat besar.

"Papua memiliki kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia, yakni kelembagaan adat yang masih hidup, solidaritas komunal yang kuat, serta hubungan masyarakat dengan tanah dan alam yang menjadi bagian dari identitas kolektif", ungkap Annas dalam keterangannya, Jumat 3 Juli 2026.

Menurutnya, selama ini keberhasilan pembangunan di papua kerap menggunakan indikator fisik dan ekonomi, padahal pembangunan hanya akan berkelanjutan apabila memperoleh legitimasi sosial dari masyarakat.

"Potensi tersebut harus diposisikan sebagai aset pembangunan, bukan sekadar warisan budaya. Di Papua, legitimasi itu lahir ketika budaya ditempatkan sebagai bagian dari fondasi pembangunan," ujarnya.

Pendekatan pembangunan yang terlalu teknokratis ungkap Annas, berpotensi mengabaikan modal sosial yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat Papua dan dampaknya pembangunan memang dapat berjalan secara administratif, tetapi belum tentu diterima secara sosial oleh masyarakat.

Peneliti MPSI itu menyarankan pemerintah perlu memperkuat pendekatan pembangunan yang berbasis pengetahuan sosial dan budaya.

"Setiap kebijakan strategis, perlu didukung kajian sosial yang komprehensif agar mampu membaca karakter masyarakat, dinamika lokal, serta potensi yang dimiliki masing-masing wilayah adat,"kata Annas.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas kolaborasi antara pemerintah dengan perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, perempuan, dan generasi muda.

"Budaya tidak boleh dipandang sebagai hambatan modernisasi, tetapi sumber nilai yang dapat memperkuat kualitas pembangunan karena melahirkan kepercayaan, solidaritas, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga hasil-hasil pembangunan," tambahnya.

Berita terkait

Sambut Mahasiswa Baru, Wabup Danang Dorong Penerima Beasiswa Sleman Pintar Tuntaskan Pendidikan

Sambut Mahasiswa Baru, Wabup Danang Dorong Penerima Beasiswa Sleman Pintar Tuntaskan Pendidikan

Sleman-Spektroom :Kesempatan kuliah melalui beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa kepada mahasiswa penerima Program Sleman Pintar di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Rabu (16/9/2026). Danang meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Forum Koordinasi Penguatan dan Penggerakan Sistem Tata Kelola ALOKON Perkuat Tata Kelola ALOKON di Halmahera Barat

Forum Koordinasi Penguatan dan Penggerakan Sistem Tata Kelola ALOKON Perkuat Tata Kelola ALOKON di Halmahera Barat

Jailolo–Spektroom : Sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Penguatan Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan Kontrasepsi dan respons atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku Utara memperkuat tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon). Penguatan tersebut dilakukan melalui Forum Koordinasi

Nanang Adrany, Rafles
NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat optimistis target pendapatan daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun. Gubernur NTB M Iqbal menekankan sejumlah langkah pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan, menata belanja, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan tata kelola keuangan daerah agar lebih transparan dan akuntabel. Hingga 15

Marsam Putrangga, Julianto
ссс