Kehadiran Konsultan Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Solusi Pembangunan di NTB
Mataram-Spektroom : Wakil Menteri PKP RI, Fahri Hamzah, menilai dunia konsultasi harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat.
Menurutnya, konsultan tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan proyek, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan.
“Kita harus menjadi pemikir. Konsultan harus memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kuat, bukan sekadar tradisi proyek,” ujarnya saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) NTB di kawasan Senggigi, Kamis (14/5/2026). Pada kesempatan tersebut Gubernur NTB M Iqbal menyebutkan Dunia konsultansi daerah tidak lagi dapat bertahan dengan pola kerja lama.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, konsultan dituntut naik kelas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing hingga tingkat global guna menghadirkan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Gubernur M. Iqbal menekankan peran konsultan tidak lagi terbatas pada penyusunan dokumen atau pekerjaan teknis semata, melainkan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pembangunan daerah.
Menurutnya, kualitas perencanaan akan berpengaruh langsung terhadap hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, kawasan permukiman, hingga pelayanan publik yang lebih efektif. “Konsultan harus mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya. Menurut Gubernur, kemampuan membaca karakter wilayah menjadi faktor penting dalam menghadirkan pembangunan yang berkualitas.
Gubernur mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini masih menghadapi tantangan berupa kerusakan badan jalan maupun longsor akibat pendekatan teknis yang belum sepenuhnya menyesuaikan kondisi geografis daerah. “Banyak metode dan teknologi yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan karakter wilayah kita. Akibatnya, hasil pembangunan tidak optimal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar,” katanya. Sementara Ketua DPP INKINDO NTB, Lalu Karman Lutfi, menyoroti tantangan yang masih dihadapi konsultan lokal, khususnya kelompok menengah dan kecil, yang dinilai masih memerlukan dukungan agar memiliki ruang yang lebih luas dalam pembangunan daerah. Melalui Musprov XI tersebut, INKINDO NTB diharapkan semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang inovatif, adaptif, serta berdaya saing di tengah perubahan global yang terus berkembang.