Terungkap! Temuan Yoni di Desa Pendem Perkuat Jejak Peradaban Hindu Kuno di Kota Batu
Batu - Spektroom : Penemuan sebuah yoni di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu semakin memperkuat dugaan bahwa wilayah Kota Batu menyimpan jejak kuat peradaban Hindu kuno yang masih tersembunyi di dalam tanah.
Artefak tersebut ditemukan di lahan milik Majelis Maulid Wat Taklim Riyadlul Jannah RT 17 RW 04 saat area bekas persawahan diratakan untuk kebutuhan kegiatan pengajian dan acara keagamaan.
Awalnya, warga sama sekali tidak menyadari bahwa batu tersebut merupakan benda bersejarah. Bentuknya yang sederhana membuat warga mengira benda itu hanyalah lumpang batu biasa.
Ketua RW 04 Desa Pendem, Muhammad Solikin mengatakan lokasi penemuan dulunya merupakan sawah milik warga sebelum dibeli pihak majelis.
“Dulu ini sawah warga, kemudian dibeli pihak majelis. Sekarang diratakan untuk lapangan kegiatan pengajian,” ujar Solikin.
Menurutnya, warga mulai curiga setelah melihat bentuk batu tersebut lebih detail melalui foto dan kondisi lokasi penemuan.
“Awalnya dikira lumpang biasa, ternyata setelah diperhatikan bentuknya berbeda dan diduga benda kuno,” katanya.
Temuan itu kemudian dilaporkan ke Pemerintah Desa Pendem dan diteruskan kepada Dinas Pariwisata Kota Batu untuk dilakukan identifikasi.
Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi membenarkan adanya penemuan artefak tersebut. Ia menyebut pihak desa langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Benar, ada temuan yoni di lahan milik Riyadlul Jannah. Sekarang sudah diidentifikasi oleh dinas agar lebih jelas asal-usulnya,” ujar Efendi, Kamis ( 14/5/2026 ).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Batu, Hartarto menjelaskan pihaknya telah menurunkan Pamong Budaya Disparta Kota Batu, Naning Wulandari untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi.
Dari hasil identifikasi sementara, benda tersebut dipastikan merupakan yoni berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 50x50 sentimeter dan memiliki cerat yang masih terlihat jelas.
Selain yoni, petugas juga menemukan batu umpak berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 26 sentimeter dan tinggi 20 sentimeter yang diduga bagian dari struktur bangunan kuno.
“Pada bagian badan yoni juga terlihat ornamen hiasan yang masih cukup jelas,” terang Hartarto.
Dalam tradisi Hindu, yoni merupakan simbol kesuburan dan representasi Dewi Parwati yang biasanya berpasangan dengan lingga sebagai lambang Dewa Siwa.
Namun hingga kini, pasangan lingga dari yoni tersebut belum ditemukan. Hartarto menduga masih ada artefak lain yang kemungkinan tertimbun di sekitar lokasi penemuan.
“Harusnya ada pasangan lingga, tetapi di lokasi ini belum ditemukan. Bisa jadi masih terkubur atau berpindah tempat karena tidak seberat yoni,” jelasnya.
Ia menambahkan, penemuan artefak seperti ini cukup sering terjadi di wilayah Kota Batu karena daerah tersebut sejak lama dikenal sebagai kawasan subur yang erat dengan budaya agraris masa lampau.
“Temuan seperti ini cukup banyak di Kota Batu karena wilayah ini sejak dulu dikenal subur dan erat kaitannya dengan simbol-simbol kesuburan masyarakat pertanian,” tambahnya.
Desa Pendem sendiri memang dikenal kaya akan peninggalan sejarah Hindu-Buddha. Sebelumnya, wilayah tersebut juga pernah ditemukan struktur bata merah kuno yang diduga bagian dari bangunan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.
Selain itu, sejumlah benda arkeologis lain seperti arca Sekte Siwa, lesung batu, lingga yoni hingga koin Belanda juga pernah ditemukan warga di kawasan tersebut.
Saat ini, Dinas Pariwisata Kota Batu berencana melaporkan temuan itu ke Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan untuk proses identifikasi lanjutan dan pendataan resmi sebagai benda cagar budaya.
Penemuan yoni di tengah kawasan yang kini digunakan untuk kegiatan pengajian itu menjadi bukti bahwa Kota Batu bukan hanya menyimpan potensi wisata dan pertanian, tetapi juga warisan sejarah panjang yang perlahan mulai terungkap dari dalam tanah.