Kejuaraan Panjat Tebing Propinsi Jawa Tengah di GOR Satria Purwokerto

Kejuaraan Panjat Tebing Propinsi Jawa Tengah di GOR Satria Purwokerto

Spektroom.id. Sebanyak 211 atlit panjat tebing dari 25 kabupaten kota di Jawa Tengah selama 5 hari mengikuti kejuaraan panjat tebing Jawa tengah di GOR Satria Purwokerto. Ketua panitia penyelenggara Anissa Rizki Pangestu, kepada Spektroom.id mengatakan jumlah peserta tahun ini sebanyak 272 atlit melebihi target yang direncanakan yaitu 150 atlet dan diramaikan oleh beberapa atlit panjat tebing propinsi dan nasional. Nomer yang akan di lombakan antara lain nomer bolder speed dibawah 10 tahun, youth D 10 hingga 11 tahun, youth C 12 tahun hingga 13 tahun dan kategori umum 14 tahun keatas.
"Kejuaraan ini sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit unggul sejak usia dini, ujar Anissa.
Sementara itu mantan atlit nasional peraih medali emas pada kejuaraan Asia Championship di Teheran dan di Duyun China Santi Wellyanti, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Mapala Wikupala Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto untuk mengadakan kejuaraan panjat tebing Jawa Tengah di Purwokerto ini. ";Saya bersyukur minat anak muda di Jawa tengah untuk menekuni olah raga panjat tebing, sehingga ada secercah harapan untuk Jawa Tengah khususnya di Banyumas berbicara ditingkat yang lebih tinggi" ujar Santi.
Kejuaraan panjat tebing Jawa tengah dibuka oleh kepala dinas Pemuda Olahraga budaya dan Pariwisata kabupaten Banyumas Setya Rahendra. (Bin)

Berita terkait

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Spektroom – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon belum dapat diputuskan karena Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyerahkan hasil identifikasi usulan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pernyataan itu disampaikan Wattimena kepada wartawan usai rapat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru