Kejurda Selam Jatim di Lumajang Libatkan 654 atlet dari 27 kabupaten/kota

Kejurda Selam Jatim di Lumajang Libatkan 654 atlet dari 27 kabupaten/kota
Bupati Lumajang, Indah Amperawati membuka Kejurda Selam Jawa Timur di Kolam Renang Veteran Lumajang, Sabtu (9/5/2026).. (Foto : Kominfo Lumajang)

Lumajang-Spektroom : Bupati Lumajang, Indah Amperawati, membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Olahraga Selam se-Jawa Timur Tahun 2026 Kolam Renang Veteran Lumajang, Sabtu (9/5/2026).

Kejurda selam tersebut tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi untuk menentukan pemenang, tetapi juga sebagai ruang strategis dalam membangun pembinaan atlet sejak usia dini secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 654 atlet dari 27 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu, kejuaraan olahraga memiliki peran penting dalam membentuk proses pembinaan atlet secara bertahap, mulai dari pencarian bakat, peningkatan kemampuan teknis, hingga pembentukan mental kompetitif atlet muda.

“Kejurda bukan sekadar tempat bertanding atau mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan atlet agar mampu berkembang secara berjenjang hingga tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia menilai, kompetisi olahraga seperti Kejurda menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat karena memberi ruang bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan, membangun disiplin, dan memperkuat pengalaman bertanding sejak dini.

Dalam cabang olahraga selam nomor finswimming, menurutnya, potensi atlet muda Jawa Timur cukup besar dan perlu terus didukung melalui kompetisi yang konsisten serta pembinaan yang berkelanjutan.

“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah dan bangsa di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Bunda Indah juga menegaskan bahwa pengembangan olahraga tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, sekolah, dan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong penguatan fasilitas olahraga serta mendukung ruang-ruang pembinaan yang mampu menjadi tempat tumbuhnya generasi muda berprestasi.

Sementara itu, Ketua Umum POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi atlet dalam Kejurda menunjukkan besarnya potensi olahraga selam di Jawa Timur.
Menurutnya, kompetisi daerah menjadi tahapan penting dalam proses regenerasi atlet menuju level yang lebih tinggi.

“Dari kejuaraan seperti ini kita bisa melihat potensi atlet-atlet muda dari berbagai daerah. Pembinaan harus dilakukan terus menerus agar mereka memiliki kesempatan berkembang hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga sarana membangun karakter, sportivitas, dan semangat kerja keras generasi muda.

Melalui Kejurda Selam Jatim 2026, Lumajang tidak hanya menjadi tuan rumah penyelenggaraan olahraga, tetapi juga memperlihatkan dukungan terhadap pembangunan generasi muda melalui ruang kompetisi yang sehat, edukatif, dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang. (Yul/Tomi/An-m)

Berita terkait

Pasca Penertiban Bangunan Liar, Pemko Pekanbaru akan Bangun Ruang Publik Baru 8 Hektare

Pasca Penertiban Bangunan Liar, Pemko Pekanbaru akan Bangun Ruang Publik Baru 8 Hektare

Pekanbaru-Spektroom : Kawasan di ujung Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang selama ini dipenuhi bangunan liar dan pagar beton ilegal mulai ditertibkan pemerintah kota. Lahan seluas sekitar delapan hektare itu nantinya direncanakan menjadi ruang terbuka publik sekaligus kawasan hijau bagi masyarakat. Penertiban dilakukan tim gabungan dari Satpol PP

Salman Nurmin, Rafles
RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Sukses Lakukan Operasi Bypass Jantung Masih Berdetak

RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Sukses Lakukan Operasi Bypass Jantung Masih Berdetak

Pekanbaru-Spektroom : Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau kembali mencatat perkembangan layanan kesehatan dengan keberhasilan melakukan operasi bypass jantung menggunakan teknik off pump atau tanpa mesin pengganti kerja jantung dan paru-paru. Operasi tersebut dilakukan tim dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular RSUD Arifin Achmad yang dipimpin Hariadi Hatta bersama

Salman Nurmin, Rafles