Kemenag Kalteng Dorong Kurikulum Berbasis Cinta, Pendidikan Tak Sekadar Target Akademik
Sampit-Spektroom : Pendekatan baru dalam dunia pendidikan kembali didorong Kementerian Agama Kalimantan Tengah. Kurikulum berbasis cinta dinilai menjadi kunci membangun suasana belajar yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkarakter.
Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, HM Yusi Abdhian, menegaskan bahwa arah pendidikan tidak boleh semata mengejar angka dan administrasi. Menurutnya, ada sisi yang selama ini kerap luput emosi dan kemanusiaan peserta didik.
“Kurikulum berbasis cinta ini adalah pendekatan yang harus kita kuatkan bersama. Pendidikan tidak boleh kering dari nilai kasih sayang,” tegasnya saat membuka sosialisasi di Sampit, Rabu (1/4/2026).

Ia menyoroti praktik pendidikan yang sering terjebak pada target capaian, tetapi mengabaikan kenyamanan belajar. Padahal, suasana yang sehat justru menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri.
“Kalau pendidikan dilandasi cinta, guru tidak akan mengajar dengan tekanan, siswa tidak akan belajar dengan rasa takut,” lanjutnya.
Menurutnya, implementasi kurikulum ini tidak cukup berhenti di ruang kelas. Peran keluarga dan lingkungan sosial ikut menentukan.
“Kalau di sekolah diajarkan kasih sayang, tapi di rumah tidak, akan terjadi ketidaksinkronan,” ujarnya, menekankan pentingnya sinergi.

Pucuk pimpinan Kemenag Prov Kalteng juga mengaitkan konsep ini dengan nilai lokal Huma Betang, yang mencerminkan kehidupan rukun dalam keberagaman selaras dengan semangat pendidikan berbasis cinta.
Sosialisasi ini menjadi penegasan pendidikan bukan sekadar soal pintar, tapi soal menjadi manusia insani. Tanpa itu, sekolah hanya melahirkan angka bukan karakter. (Polin Maturidi)