Kemenag Malut Salurkan 929 Paket Santunan Lebaran Yatim dan Disabilitas Peaceful Muharam 1448 H

Kemenag Malut Salurkan 929 Paket Santunan Lebaran Yatim dan Disabilitas Peaceful Muharam 1448 H
Penyerahan Santunan program lebaran Yatim oleh Kemenag Maluku Utara (Foto:Kemenag Malut)

Sofifi - Spektroom : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara turut menyukseskan pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Bulan Muharram 1448 Hijriah melalui program Peaceful Muharam yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (25/06/2026).


Mengusung tema "Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri", kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.


Di Provinsi Maluku Utara, kegiatan dilaksanakan secara serentak pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Sebanyak 929 paket santunan berhasil disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara menyalurkan 150 paket santunan kepada penerima manfaat yang berasal dari berbagai madrasah dan masyarakat sekitar Sofifi.


Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Samsuddin Fatahuddin menyampaikan program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.


"Program ini menjadi bukti bahwa Kementerian Agama hadir tidak hanya melalui pelayanan keagamaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Momentum Muharram mengajarkan kita untuk memperkuat semangat berbagi, kepedulian, dan kebersamaan terhadap sesama," ujarnya.


Pelaksanaan kegiatan secara serentak dan masif di seluruh Indonesia menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam membangun budaya kepedulian yang inklusif dan berkelanjutan.


"Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak dan masif di seluruh Indonesia ini, diharapkan semangat berbagi, kepedulian, dan inklusivitas dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat peran strategis zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan, khususnya dalam memanfaatkan momentum kemuliaan Bulan Muharram 1448 Hijriah," katanya.


Santunan yang diberikan kepada para penerima manfaat berasal dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara yang dihimpun dari keikhlasan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Maluku Utara.


Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Machmud Zulkiram, menegaskan program Peaceful Muharam tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap kelompok rentan.


Melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas ini, Kementerian Agama berharap semangat Muharram dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian sosial, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Berita terkait

Wujud Kepedulian Muharram 1448 H, Kemenag Haltim Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim dan Disabilitas di Wasile

Wujud Kepedulian Muharram 1448 H, Kemenag Haltim Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim dan Disabilitas di Wasile

Wasile-Spektroom : Memanfaatkan momentum mulia di bulan Muharram 1448 Hijriah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan santunan kepada anak yatim, yatim piatu, dan penyandang disabilitas. Kegiatan penuh berkah ini dipusatkan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Halmahera Timur, Kecamatan Wasile, Kamis (25/6/2026). Penyerahan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru