Kemenag Sawahlunto: Perkuat Silaturahmi ASN dan Tegaskan Disiplin Kerja 33 Jam per Pekan di Bulan Ramadhan
Sawahlunto-Spektroom : Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggelar apel rutin yang dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) H. Mustatir, S.Pd.I., M.Pd. Senin (2/3/26) Apel tersebut tidak hanya menjadi agenda kedinasan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Sawahlunto, khususnya di bulan suci Ramadhan 1447 H.
Dalam arahannya, H. Mustatir menegaskan bahwa apel rutin bukan sekadar formalitas, melainkan ruang membangun komunikasi dan kekompakan antarpegawai.
“Apel bukan hanya rutinitas, tetapi ajang silaturahmi untuk saling mengenal dan mempererat kebersamaan antar ASN Kemenag Sawahlunto,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa ASN Kemenag Sawahlunto akan melaksanakan kegiatan buka puasa bersama pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kebersamaan dalam menjalankan ibadah Ramadhan.
Buka bersama tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mempererat sinergi antarunit kerja, baik di madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), maupun jajaran struktural di lingkungan Kemenag Kota Sawahlunto.
Wakaf ASN Disalurkan Melalui Tim Ramadhan, Madrasah, dan KUA
Dalam apel itu juga disampaikan laporan dari Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa) Kemenag Sawahlunto. Wakaf yang dihimpun dari para ASN telah disalurkan melalui Tim Ramadhan, madrasah, serta KUA yang tersebar di wilayah Kota Sawahlunto.
Penyaluran tersebut bertujuan agar manfaat wakaf dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat peran Kemenag dalam mendukung program sosial dan keagamaan di daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag Sawahlunto dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat, terutama di bulan penuh berkah.
Dalam tausiyahnya, H. Mustatir mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadhan sebagai madrasah ruhani yang membentuk karakter disiplin dan kepatuhan terhadap aturan.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya tentang peningkatan ibadah secara ritual, tetapi juga pembelajaran nilai tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja.
Ia mencontohkan bahwa ibadah shalat memiliki waktu-waktu tertentu yang tidak dapat dilaksanakan sesuka hati.
Hal itu, katanya, menjadi pelajaran penting tentang ketaatan terhadap aturan.
“Demikian pula dengan bekerja, ASN memiliki ketentuan jam kerja 33 jam per minggu yang harus dipenuhi sesuai standar dan aturan. Bukan semata-mata jumlah waktu, tetapi bagaimana kita bekerja sesuai ketentuan dan penuh tanggung jawab,” tegas H. Mustatir.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar ASN tetap menjaga profesionalisme dan integritas selama Ramadhan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. (Ris1)