Kemenag Sawahlunto Perkuat Sinergi Ormas Islam dan Media, Fokus Pembinaan Generasi Muda hingga Program Wajib Halal 2026
Sawahlunto-Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggelar Dialog Interaktif Titian Muhibah Ormas Islam dan Pers Kota Sawahlunto pada Rabu (3/6/2026) sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan media dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.
Kegiatan yang berlangsung di Sawahlunto tersebut dihadiri berbagai unsur strategis, mulai dari organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), insan pers, Radio Sawahlunto, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., MM, mengatakan dialog tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
"Kita berharap seluruh elemen umat, organisasi keagamaan, pemerintah daerah, media massa, dan masyarakat dapat bersinergi dalam mewujudkan Sawahlunto sebagai kota yang maju, religius, dan berperadaban," ujar Zulkifli.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Sawahlunto juga memaparkan sejumlah program unggulan yang tengah dan akan dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah program Sawahlunto Berdzikir, penguatan Kampung Zakat, serta pelaksanaan Program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha terhadap sertifikasi halal.
Kemenag turut memperkenalkan inovasi BERWIBAWA (Berinfak dan Berwakaf Membantu Warga) sebagai gerakan sosial yang mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan infak dan wakaf untuk membantu warga yang membutuhkan serta mendukung pemberdayaan ekonomi umat.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sawahlunto. Perwakilan MUI, Johan Efendi, menilai forum dialog seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat.
"Kami berharap pertemuan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga berbagai persoalan umat dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi yang nyata," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sawahlunto H. Jeffry Hibatullah memberikan apresiasi atas inisiatif Kementerian Agama yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu forum dialog yang konstruktif.
Menurut Jeffry, pembangunan karakter dan akhlak generasi muda merupakan salah satu agenda prioritas Pemerintah Kota Sawahlunto. Karena itu, diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan agama dan pembinaan karakter.
"Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang. Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat hari ini, tetapi manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat pada masa yang akan datang," ujarnya.
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan sejumlah masukan dan rekomendasi, di antaranya penguatan fungsi masjid dan mushala sebagai pusat pembinaan umat, peningkatan program pembinaan generasi muda, optimalisasi pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta pemanfaatan media massa dan media sosial secara bijak untuk menyebarkan informasi yang positif, edukatif, dan menyejukkan.
Melalui dialog tersebut, Kementerian Agama Kota Sawahlunto berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan media dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan sosial dan perkembangan zaman secara bersama-sama. (Ris1)