Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren, Transformasi Besar untuk 42 Ribu Ponpes di Indonesia

Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren, Transformasi Besar untuk 42 Ribu Ponpes di Indonesia
Stafsus Kemenag Prof Dr.Andi Salman Maggalatung, S.H., M.H

Spektroom — Kementerian Agama (Kemenag) memastikan akan segera membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai lembaga baru yang secara khusus menangani pengembangan dan penguatan pesantren di Indonesia.

Langkah strategis ini ditegaskan setelah Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, S.H., M.H., Staf Khusus Menteri Agama, menghadiri halaqah penguatan kelembagaan pendirian Ditjen Pesantren di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (24/11/2025).

Acara halaqah tersebut turut dihadiri sebanyak 200 pengasuh pondok pesantren se-Malang Raya dan Jawa Timur, sebagai bentuk sinergi kuat antara kampus dan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam berkelanjutan.

Kehadiran para kiai dan pengasuh ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat mutu pesantren di tengah perubahan zaman.

Prof. Andi Salman juga menegaskan urgensi pembentukan Ditjen Pesantren dengan mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 42.435 pesantren pada tahun 2024, dengan lebih dari 4,6 juta santri dan sekitar 400 ribu pengajar. Menurutnya, skala besar tersebut membutuhkan manajemen perubahan yang terarah agar pesantren mampu beradaptasi dan berkembang di era modern.

Rencana pembentukan Ditjen Pesantren ini telah resmi disetujui Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025, melalui surat bernomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025. Nantinya, Ditjen baru ini akan menggantikan Ditjen Haji dan Umrah yang statusnya telah meningkat menjadi kementerian tersendiri.

Alasan Pembentukan Ditjen Pesantren

Kemenag menilai perlunya lembaga setingkat eselon I yang lebih fokus mengelola pesantren karena jumlahnya terus bertambah dan perannya semakin strategis. Beberapa alasan utama antara lain:

Fokus Lebih Tajam: Pemisahan dari Ditjen Pendidikan Islam memungkinkan perhatian penuh terhadap kebutuhan khas pesantren.

Peningkatan Status dan Wewenang: Naiknya status menjadi direktorat jenderal (eselon I) memperkuat kapasitas dan efektivitas kebijakan.

Penguatan Layanan: Kemenag dapat merancang program, pendanaan, dan pembinaan yang lebih komprehensif.

Pengalihan Struktur: Ditjen Pesantren akan menggantikan Ditjen Haji dan Umrah yang kini menjadi kementerian tersendiri.

Implementasi dan Dampak

Prof. Andi Salman menyampaikan bahwa tugas awal Ditjen Pesantren adalah konsolidasi administrasi seluruh pesantren di Indonesia, termasuk penataan data, standardisasi kelembagaan, dan harmonisasi program lintas sektor.

Kemenag menargetkan sejumlah dampak positif dari pendirian Ditjen Pesantren, seperti:

Penguatan fungsi dakwah dan pendidikan

Peningkatan kapasitas santri, terutama dalam literasi digital, sains, dan ekonomi

Penguatan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis pesantren

Akselerasi kemandirian pesantren di bidang ekonomi, pertanian, hingga teknologi

“Pembentukan Ditjen Pesantren ini merupakan kebutuhan mendesak agar pesantren tidak hanya kuat sebagai lembaga pendidikan tradisional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegas Prof. Andi Salman.

Dengan langkah ini, Kemenag memasuki babak baru dalam tata kelola pesantren Indonesia, mempertegas komitmen negara terhadap penguatan dan kemajuan lembaga pendidikan Islam terbesar dan tertua di Nusantara.

Berita terkait

Wakil Bupati Gowa Buka Diklat Paskibraka 2026, Fokus pada Karakter dan Stamina

Wakil Bupati Gowa Buka Diklat Paskibraka 2026, Fokus pada Karakter dan Stamina

Gowa-Spektroom : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gowa Tahun 2026 pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi awal pembentukan karakter dan kesiapan fisik para peserta menjelang upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Darmawangsyah mengapresiasi

Nur Jalil Sultan
Pemuda Asal Pontianak Diduga Dalangi Sindikat Phishing Global 'Kratos', Ditangkap Bareskrim dan FBI

Pemuda Asal Pontianak Diduga Dalangi Sindikat Phishing Global 'Kratos', Ditangkap Bareskrim dan FBI

Jakarta - Spektroom : Seorang pemuda berusia 25 tahun asal Pontianak, Kalimantan Barat, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri atas dugaan menjadi otak di balik jaringan kejahatan siber internasional bernama Kratos. Tersangka berinisial MI diamankan dalam operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat,

Apolonius Welly
ссс