Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara Bersama DP2KBP3A Halteng Perkuat Sinergi Program Pioritas

Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara Bersama DP2KBP3A Halteng Perkuat Sinergi Program Pioritas
Plt. Kaper Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara Ansar Djainahu didampingi Mewakili DP2KBP3A Halmahera Tengah Mariam NasirNasir saat Rapat Koordinasi Program (Foto: BKKBN Malut)

Sofifi–Spektroom : Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Maluku Utara melaksanakan Rapat Koordinasi Program Bidang Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Ketahanan Keluarga bersama DP2KBP3A Halmahera Tengah, Rabu (15/7/2026). Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos, menyampaikan bahwa struktur tim kerja di Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara telah disesuaikan menjadi 10 tim kerja pada tahun 2026.

Ia juga menegaskan sejumlah program prioritas yang terus didorong, diantaranya TAMASYA, SIDAYA, GATI, GAMAS, serta GENTING sebagai upaya percepatan penurunan stunting.

"Seluruh jajaran pemerintah daerah dan PKB/PLKB harus terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi agar pelaksanaan program pembangunan keluarga di Maluku Utara berjalan optimal," ujar Ansar.

Sementara DP2KBP3A Halmahera Tengah diwakili Mariam Nasir, SKM., M.Kes menekankan pentingnya sinergi antarbidang, terutama dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan. Ia juga menyampaikan harapan agar PKB/PLKB memperoleh dukungan sarana kerja yang memadai serta setiap kebijakan mutasi mempertimbangkan kebutuhan pelayanan.

Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah isu strategis, diantaranya penguatan pelaporan IPBK dan PJPK melalui aplikasi SIPERINDU, pembentukan TAMASYA dilingkar tambang Halmahera Tengah, penanganan Keluarga Berisiko Stunting (KRS), peningkatan cakupan pelaporan keluarga baduta 1.000 HPK di beberapa kecamatan, serta dukungan sarana dan prasarana dan kebijakan kepegawaian.

Halmahera Tengah masih menghadapi tantangan pada tingginya angka Keluarga Risiko Stunting (KRS), khususnya yang masuk dalam kategori 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak). Pihak BKKBN Maluku Utara, Faradilla Mahmud, memberikan catatan khusus bagi beberapa wilayah di Halteng seperti Kecamatan Patani, Pulau Gebe, dan Weda Timur yang cakupan laporan Pro PN terkait Jumlah Keluarga Baduta 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) terpantau masih rendah.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Berita terkait

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Pontianak-Spektroom : Di antara wajah-wajah yang masih canggung mengenakan seragam baru, tersimpan ribuan mimpi yang baru mulai dirajut. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, pengusaha, hingga pemimpin masa depan. Namun sebelum mimpi-mimpi itu tumbuh besar, ada ancaman yang mengintai: narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja. Karena itulah, pada masa pengenalan lingkungan

Apolonius Welly, Rafles
Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Banjarmasin–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) menerima kunjungan kerja dari Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan menjajaki kerja sama Akademik antar Lembaga Pendidikan Tinggi. Kunjungan tersebut diterima oleh Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., di Gedung Serbaguna UNUKASE, Jalan A. Yani

Junaidi, Rafles
Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Bogor-Spektroom : Masuk sekolah hari pertama menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sejumlah ASN untuk mengantarkan anak mereka memasuki hari pertama sekolah sekaligus mendampingi pelaksanaan Masa Pengenalan

Asmari, Rafles