Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan
Pontianak-Spektroom : Di antara wajah-wajah yang masih canggung mengenakan seragam baru, tersimpan ribuan mimpi yang baru mulai dirajut.
Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, pengusaha, hingga pemimpin masa depan. Namun sebelum mimpi-mimpi itu tumbuh besar, ada ancaman yang mengintai: narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja.
Karena itulah, pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran baru ini, Polri hadir bukan sebagai penegak hukum yang ditakuti, melainkan sebagai sahabat yang mengingatkan dan membimbing.
Di Aula SMK Santo Petrus Ketapang, ratusan siswa baru tampak serius menyimak setiap penjelasan yang disampaikan personel Satresnarkoba Polres Ketapang, Rabu (15/7/2036)
Sesekali suasana mencair ketika para siswa mengajukan pertanyaan tentang modus peredaran narkoba yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja.
Bagi sebagian siswa, cerita tentang narkotika mungkin hanya mereka dengar dari televisi atau media sosial.
Namun hari itu mereka mendengar langsung bagaimana barang haram tersebut dapat menghancurkan kesehatan, pendidikan, hubungan keluarga, bahkan masa depan seseorang dalam hitungan waktu yang singkat.
"Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga. Jangan sampai masa depan yang sedang kalian bangun dirusak oleh narkoba," pesan yang berulang kali ditekankan dalam penyuluhan tersebut.
Di tempat berbeda, semangat yang sama juga terlihat di SMP Negeri 1 Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang.
Di tengah rangkaian MPLS, para siswa baru mendapat pembekalan langsung dari Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Tebelian.
Tidak hanya membahas bahaya narkoba, para pelajar juga diajak memahami pentingnya disiplin, menghormati sesama teman, menghindari perundungan, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Bhabinkamtibmas menyampaikan materi dengan bahasa sederhana yang dekat dengan keseharian siswa.
Sesekali terdengar tawa ketika contoh-contoh kasus diangkat ke dalam diskusi.
Namun di balik suasana santai itu, tersimpan pesan serius tentang pentingnya membangun karakter sejak dini.
Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe menilai sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan kesadaran hukum kepada generasi muda.
Menurutnya, pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan.
Kepala SMP Negeri 1 Sungai Tebelian, Endang Purwantini, menyebut kehadiran polisi dalam MPLS memberi nilai tambah bagi para siswa baru.
Mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami tantangan yang mungkin mereka hadapi di luar ruang kelas.
Fenomena keterlibatan Polri dalam MPLS di Ketapang dan Sintang menunjukkan wajah lain kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat.
Di hari-hari pertama sekolah, polisi tidak datang membawa sirene atau operasi penindakan. Mereka datang membawa pesan, harapan, dan kepedulian.
Sebab menjaga generasi muda dari narkoba, kekerasan, dan pengaruh negatif lainnya bukan hanya tugas sekolah atau orang tua semata. Itu adalah tanggung jawab bersama.
Dan bagi para murid baru yang sedang memulai perjalanan panjang pendidikannya, pesan sederhana itu mungkin akan terus mereka ingat: masa depan yang besar selalu dimulai dari pilihan-pilihan kecil yang benar sejak hari pertama sekolah.