Dinsos Depok Di Kampung Gelari Pelangi, Buka Jalan Kuliah Gratis dan Rumah Kreatif untuk Anak Istimewa
Depok-Spektroom: Riuh Tarian anak-anak PAUD Gratis dan warga mewarnai Acara Lounching Kampung Gelari Pelangi di RW 12 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Rabu (15/7/2026).
Hari itu Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Utang Wardaya, mengisi acara Kampung Gelari Pelangi dengan membuka Stand Pelayanan Dinas Sosial Depok.
Di warna-warni Stand dan UMKM, ada dua hal yang paling dicari warga di stan Dinsos, informasi beasiswa Kuliah Gratis dan Rumah Kreatif Anak Istimewa.
Disebutkan Utang Wardaya Pemkot Depok Melalui Dinas Sosial,bekerja sama dengan 25 Kampus, memberikan Beasiswa bagi pemuda pemudi Kota Depok
Terlihat antrean warga meminta informasi terkait pendidikan gratis.
Ada diantara menanyakan mereka bertanya,Beneran gratis, Pak?"
"Ini perlu diperhatikan. Mungkin ada masyarakat yang mau kuliah tapi tidak ada biaya. Bisa di-cover dari beasiswa Pak Wali Kota. Alhamd ulillah ada 25 perguruan tinggi yang bisa dipilih," kata Utang Wardaya di lokasi.
Bagi keluarga di Pengasinan dan sekitarnya, program ini jadi secercah harapan. Selama ini biaya kuliah sering jadi tembok.
Kini Pemkot Depok mencoba meroboh kannya lewat jalur beasiswa.
Rumah Kreatif, Tempat Anak Istimewa Berkarya Tanpa Biaya.
Program kedua yang disorot adalah Rumah Kreatif Anak Istimewa atau RKAI. Ini inisiatif baru Dinsos Depok untuk member dayakan penyandang disabilitas.
"Ini sarana yang cukup penting buat warga masyarakat. Untuk membina, memberdayakan anak-anak yang penyandang disabilitas agar bisa punya kemampuan yang positif di keluarga maupun di lingkungan," jelas Utang.
Di RKAI, anak ABK tidak hanya belajar akademik. Mereka dilatih fisik, mental, hingga spiritual melalui kegiatan melukis, menyanyi, dan keterampilan lain. Pelatihnya didatang kan dari tenaga profesional.
Saat ini Dinsos mencatat sudah 65 hingga 68 anak istimewa di Depok yang masuk tahap verifikasi dan asesmen.
Tantangannya masih di sarana. Gedung khusus belum ada. Alat-alat juga masih meminjam.
"Alat-alatnya memang sementara kita pinjam sebagian. Ada yang punya dinas terkait. Misalkan untuk alat musik kita pinjam," terang Utang.
Meski begitu, satu hal yang pasti ini semuanya gratis.
"Ini gagasan Pemkot Depok. Suatu pelayanan tanpa biaya untuk keluarga masyarakat. Untuk melatih keterampilan maupun kreasi dari anak-anak istimewa. Minimal mereka tidak berbayar," tegasnya.
Bukan Pengganti Sekolah, Tapi Penguat Potensi
Utang meluruskan, RKAI tidak untuk menggantikan sekolah inklusi di SMP dan SMA negeri yang sudah ada di Depok.
"Memang sekolah negeri juga menerima anak berkebutuhan khusus. Tapi persentasenya perlu ditambah. Nah RKAI ini istilahnya menguatkan. Menguatkan perkembangan anak," ujarnya.
"Jadi yang punya keahlian, punya hobi, punya potensi diri yang bisa disalurkan, saya pikir RKAI bisa mewadahi itu," tambahnya.
Hingga kini Depok memang belum memiliki sekolah khusus negeri dengan model seperti RKAI. Karena itu, RKAI hadir sebagai ruang tambahan. Tempat anak istimewa bisa mengeksplorasi bakat tanpa beban biaya.
Peresmian Kampung Gelari Pelangi hari ini bukan hanya soal seni dan kreativitas warga. Tapi juga tentang memastikan tidak ada anak Depok yang tertinggal. Baik karena tidak mampu bayar kuliah, maupun karena keterbatasan fisik.
Dari sebuah RW di Sawangan, Depok mencoba memulai. Dengan galeri, dengan pelatihan, dan dengan harapan. (wis).