Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa  Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa  Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari berfoto bersama pengurus koperasi ditobelo (humas kemenkop)

Halmahera Utara - Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengambil langkah strategis dalam memperkuat posisi Halmahera Utara sebagai sentra produksi kelapa nasional.  Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Membangun Ekosistem Usaha dan Perluasan Pasar Koperasi”

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari mengatakan “Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045 yang dicanangkan Bappenas, sekaligus menyelaraskan program daerah dengan Asta Cita nomor 5 mengenai peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui industrialisasi,” ucap Destry di Tobelo,Sabtu (18/4/2026)

Dalam panel diskusi bertajuk “Kebijakan dan Strategi Pengembangan Hilirisasi Kelapa, beserta Skema Kemitraan”, Kepala Bappeda Halmahera Utara memaparkan besarnya potensi kelapa di wilayah tersebut. Pemerintah daerah telah menyiapkan roadmap hilirisasi jangka panjang serta rencana ekspansi ekspor guna memastikan komoditas kelapa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Selama ini, pemanfaatan kelapa di wilayah tersebut masih menyisakan tantangan lingkungan, di mana sabut kelapa kerap dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga memicu polusi udara.

Ketua Asosiasi Sabut Kelapa yang juga Direktur PT Mahligai Indococo coba   memperkenalkan proses bisnis pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah seperti cocochip dan cocopeat. Inovasi ini disambut antusias oleh 100 perwakilan dari 50 KDKMP yang hadir, karena mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru bagi petani dan koperasi.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun ekosistem, Direktur PT Mahligai Indococo menyatakan akan mengundang lima orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan intensif di pabrik mereka yang berlokasi di Lampung.

Pelatihan ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya tenaga ahli yang akan menggerakkan ekosistem hilirisasi sabut kelapa langsung di Halmahera Utara. Hingga saat ini, tercatat tiga KDKMP telah menyatakan minat serius untuk segera berkolaborasi dan menindaklanjuti kemitraan ini.

Destry menegaskan Kemenkop akan terus mengawal proses kemitraan ini melalui hingga ekosistem usaha benar-benar terbentuk secara mandiri. “Upaya pengawalan ini krusial untuk memastikan bahwa hilirisasi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan bagi anggota koperasi dan masyarakat di sekitar sentra produksi,” ucap Destry.

Berita terkait

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus diikuti pemanfaatan nyata di layanan publik, terutama di sekolah dan puskesmas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Apresiasi Konektivitas Digital 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan tidak hanya diukur dari tersedianya akses, tetapi

Diah Utami, Rafles