Kementerian PU Dapat Anggaran Rp118,50 Triliun Fokus Penguatan Irigasi Pertanian dan Konektivitas Wilayah

Kementerian  PU Dapat Anggaran  Rp118,50 Triliun Fokus Penguatan Irigasi Pertanian dan Konektivitas Wilayah
Menteri PU usai Raker bersama Komisi V DPR-RI ( Spektroom/ DD)

Spektroom– Kementerian Pekerjaan  Umum  mendapatkan Pagu anggaran ditahun 2026 Rp. 11,50 Trilyun difokuskan untulk penguatan irigasi pertanian dan konektifitas wilayah. Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI untuk menyampaikan evaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus memaparkan program kerja  Kementerian PU Tahun Anggaran 2026.

“Kami memastikan bahwa penguatan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah tetap menjadi prioritas utama. Seluruh komitmen awal akan kami penuhi melalui optimalisasi anggaran serta penguatan pelaksanaan di lapangan,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Kementerian PU akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan konektivitas antar wilayah melalui penguatan jaringan irigasi pertanian serta peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan. Di bidang Sumber Daya Air (SDA), Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp34,74 triliun.

Anggaran ini digunakan untuk membangun jaringan irigasi baru seluas 15.905 hektar guna membuka dan memperluas areal pertanian produktif, sekaligus merehabilitasi jaringan irigasi eksisting seluas 97.430 hektar agar suplai air ke lahan pertanian tetap berkelanjutan.

Menteri PU didampingi Wamenpu fan Sekjen PJ saat Raker bersama Kom V DPRRi ( birkom pu)

Selain itu, Kementerian PU juga melaksanakan pengendalian banjir sepanjang 82 km sebagai upaya perlindungan kawasan pertanian dan permukiman dari risiko bencana, serta pengamanan pantai sepanjang 8 km untuk menjaga kawasan pesisir dan lahan produktif. Dukungan terhadap ketersediaan air juga dilakukan melalui penyediaan air baku berkapasitas 500 liter per detik, pengembangan sumber air tanah dan embung di sekitar 800 titik, serta pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 12.000 lokasi.

Kementerian PU juga memperkuat konektivitas wilayah untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan logistik nasional. Pada bidang jalan dan jembatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp45,62 triliun yang difokuskan pada pembukaan akses dan peningkatan kualitas jaringan transportasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 158 km untuk membuka akses ke kawasan produksi dan wilayah terpencil, serta peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 1.571 km guna memperlancar arus barang dan menekan biaya logistik.

Di samping itu, dilakukan pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 2,2 km, preservasi jembatan 93,8 km, serta penggantian jembatan 2,1 km untuk menjamin konektivitas yang aman dan andal. Kementerian PU juga membangun 105 unit jembatan gantung yang berperan penting membuka keterisolasian wilayah perdesaan, membangun flyover dan underpass sepanjang 262 meter, serta melanjutkan pembangunan jalan tol sepanjang 35,72 km.

Preservasi rutin terhadap jalan nasional sepanjang 46.000 km dan jembatan 472 km tetap menjadi prioritas, termasuk penanganan jalan daerah melalui pembangunan dan preservasi jalan 50 km serta jembatan 305 meter.

Selanjutnya bidang Cipta Karya, Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun.e Sementara bidang Prasarana Strategis memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp24,11 triliun untuk mendukung penguatan sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi wilayah. Program yang dilaksanakan meliputi revitalisasi 1.000 unit sekolah keagamaan, pembangunan 100 unit sekolah rakyat, serta pembangunan dan rehabilitasi 41 unit sekolah dasar dan menengah.

Berita terkait

Pembangunan Sabo Dam  Untuk Kendalikan  Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Pembangunan Sabo Dam Untuk Kendalikan Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Spektroom  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai langkah strategis pengendalian banjir bandang. Konstruksi ditargetkan selesai pada Mei 2026 melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Spektroom - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, seluruh potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, akan dikelola, dimanfaatkan, dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Sehingga, potensi tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomis yang bisa dirasakan masyarakat desa. "Saatnya sekarang seluruh pelaku

Nurana Diah Dhayanti