Kementerian P2MI Gandeng Pemprov Kepri, Tanda Tangani MoU untuk Wujudkan Pekerja Migran Indonesia Berkualitas
Tanjungpinan-Spektroom : Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Muhktarudin, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan dan Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin menandatangani Momerandum of Understanding (MoU) untuk mewujudkan Pekerja Migran Berkualitas.
Penandatanganan kerjasama yang berlaku selama 5 tahun kedepan dilangsungkan di Gedung Daerah Kepulauan Riau (Kepri) Tanjungpinang, Senin(8/6/2026), menunjukan pemerintah Propinsi Kepri memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan kepastian hukum, penegakan hak asasi manusia serta peningkatan kesejahteraan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Menteri P2MI Mukhtarudin mengemukakan kerja sama merupakan bagian dari upaya membangunan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam menyiapkan ekosistem pekerja migran yang berkualitas dari hulu hingga ke hilir.
“Mou ini merupakan bagian dari upaya kita membangun sinergi antara Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam konteks menyiapkan di hulunya yaitu menyiapkan sumber daya manusia calon pekerja migran yang Skilled Worker (Pekerja terampil),” ungkap Menteri.
Menurutnya, arah kebijakan pemerintah saat ini sejalan dengan arah Presiden untuk meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia melalui penempatan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang semakin baik.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kedepan yang harus kita siapkan adalah penempatan pekerja migran yang skilled worker. Alhamdulillah sudah banyak pekerja kita yang bekerja di luar negeri pada sektor formal bahkan professional,” katanya.
Ia menilai Kepri memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, yang menjadi modal besar dalam pengembangan program pekerja migran yang professional dan berdaya saing global.
“Pemprov Kepri memiliki keunggulan berada di wilayah perbatasan dengan Malaysia dan Singapura. Karena itu sinergi ini menjadi sangat penting dalam rangka membangun ekosistim dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan, Kepri memiliki potensi geoekonomi yang sangat besar karena berada di jalur perdagangan Internasional yang strategis. Namun posisi tersebut juga menghadirkan tantangan berbagai bentuk kejahatan lintas negara, termasuk perdagang orang dan penempatan pekerja mingran illegal.
“Kepri selain potensi geoekonomi yang luar biasa yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan devisa negara, disisi lain juga wilayah perairan Kepri rentan terhadap berbagai kejahatan transnasional seperti penyeludpan narkotika, perdangan orang dan aktivitas illegal lainnya,” ungkap Gubernur Kepri.
Pada kesempatan yang sama Gubernur menyampaikan apresiasi terjalinnya sinergi antara Pemerintah daerah, TNI, Polri, BP3MI serta berbagai instansi terkait dalam melakukan langkah langkah preventif maupun penegakan hukum terhadap berbagai praktek illegal tersebut.
Turut hadir pada acara tersebut Sekjen BP2MI Dwiyono, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Konsul Jendral Republik Indonesia untuk Johor Bahru Sigit Suryantoro, Bupati Karimun Ing Iskandarsyah dan Wakil Walikota Tanjungpinang Raja Ariza.