Kementerian PU Bahas Revitalisasi Kota Lama Sawahlunto, Wujudkan Destinasi Wisata Kelas Dunia
Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai mematangkan rencana revitalisasi kawasan Kota Lama Sawahlunto sebagai bagian dari upaya memperkuat kawasan Warisan Dunia UNESCO sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata kota tambang bersejarah tersebut.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Tim Kementerian Pekerjaan Umum dengan Wakil Wali Kota Sawahlunto H. Jeffry Hibatullah, yang turut didampingi Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto, Benny Deswin, S.E., serta dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di Sawahlunto, Jumat (10/7/2026).
Audiensi menjadi langkah awal dalam menyelaraskan rencana penataan kawasan Kota Lama dengan visi pembangunan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata yang estetik, futuristik, hidup dan menghidupi, tanpa mengabaikan nilai sejarah dan keaslian kawasan yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sejak tahun 2019.
Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menegaskan bahwa setiap program pembangunan di kawasan heritage harus mengedepankan prinsip pelestarian nilai sejarah, budaya, dan identitas kota, sekaligus mampu menjawab kebutuhan perkembangan pariwisata modern.
"Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjaga autentisitas kawasan warisan dunia sehingga tetap memiliki nilai sejarah yang kuat sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan," ujar Jeffry dalam pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen membangun kawasan Kota Lama secara terintegrasi agar menjadi ruang publik yang lebih tertata, aman, nyaman, ramah pejalan kaki, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sementara itu, Kabid Destinasi Pariwisata Disparpora Kota Sawahlunto Benny Deswin, S.E. menyampaikan bahwa revitalisasi kawasan heritage merupakan bagian penting dari strategi pengembangan destinasi wisata unggulan daerah.
Menurutnya, penataan kawasan Kota Lama akan semakin memperkuat karakter Sawahlunto sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan edukasi yang memiliki daya tarik internasional.
Kehadiran Tim Kementerian PU dalam audiensi tersebut menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya Pemerintah Kota Sawahlunto dalam menjaga sekaligus mengembangkan kawasan warisan dunia secara berkelanjutan.
Revitalisasi yang direncanakan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ruang kota yang lebih representatif, meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat konektivitas antarobjek wisata, serta menghadirkan fasilitas publik yang mendukung pengalaman wisatawan.
Sebagai kota yang telah ditetapkan UNESCO melalui situs Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, setiap langkah pembangunan di kawasan Kota Lama harus mengacu pada prinsip konservasi dan pengelolaan warisan budaya yang berkelanjutan agar tetap memenuhi standar internasional.
Karena itu, keterlibatan berbagai OPD dalam audiensi tersebut dinilai penting untuk memastikan sinkronisasi program lintas sektor, mulai dari aspek infrastruktur, tata ruang, pelestarian cagar budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Ris1)