Kementerian PU Siapkan SPAM dan Pembangunan Sumur BOR Di Ngajuk
Nganjuk –Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sumur Bor di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan air minum dan dukung swasembada pangan bagi masyarakat Nganjuk.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan air minum di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan pasokan, di mana distribusi air belum dapat menjangkau seluruh masyarakat secara optimal. Selain itu Sumur Bor untuk percepatan penyediaan air baku bagi masyarakat dan pertanian, khususnya dalam menghadapi potensi musim kemarau pada 2026.
Menteri Dody mengatakan, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
"Kemarin saya berkunjung ke sini, Pak Kepala Desa mengeluh karena wilayah ini tandus, kekurangan air, dan sawahnya masih tadah hujan,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan prioritas pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Yang utama adalah airnya dulu tersedia dengan kualitas yang baik. Setelah itu baru kita tingkatkan layanan sanitasi. Dan pengairan untuk wilayah pertanian. Harapannya ke depan kondisi masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Menteri Dody di Nganjuk JawaTimur,Minggu (12/4/2026).
Saat ini, pembangunan telah dimulai pada dua titik sumur bor, salah satunya di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos.
“Kita sudah mulai melakukan pengeboran. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan air bersih sudah bisa keluar dan dimanfaatkan, tidak hanya untuk sawah, tetapi juga untuk masyarakat,” kata Menteri Dody.
Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air baku bagi sekitar 233 kepala keluarga atau 780 jiwa, sekaligus mendukung layanan irigasi pertanian dengan cakupan potensi hingga 120 hektare lahan.
Selain itu, Menteri Dody juga menekankan pentingnya pengelolaan air secara bijak dan berkelanjutan. “Air adalah sumber daya yang terbatas, kita harus menggunakannya secara efisien agar tetap tersedia bagi generasi mendatang. Jangan sampai nanti anak cucu kita kesulitan air karena kita boros hari ini,” tegasnya.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan air minum, sebelumnya telah dilaksanakan program PAMSIMAS di Dusun Wonokroko dan Dusun Oro-Oro Ombo, di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Selain itu, desa juga melakukan pengembangan jaringan dan Sambungan Rumah (SR) melalui dana desa.
Program tersebut telah melayani 346 sambungan rumah (SR) dengan total 1.835 jiwa atau 512 kepala keluarga (KK). Namun, keterbatasan debit air menyebabkan distribusi air masih dilakukan secara bergilir di beberapa wilayah.
Kepala BPBPK Jawa Timur Denny Kumara menjelaskan, lingkup kegiatan meliputi pembangunan satu unit sumur bor dengan pompa kapasitas 2,5 liter per detik, pemasangan jaringan pipa transmisi sepanjang 157 meter, serta pembangunan menara air sebagai penunjang distribusi.
“Pengembangan SPAM ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan layanan air minum yang saat ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat desa, sekaligus meningkatkan kontinuitas dan kualitas distribusi air bersih,” ujar Denny.
“Nanti kita bantu juga untuk sanitasi, karena masyarakat juga menyampaikan kebutuhan MCK. Tapi tetap yang utama adalah penyediaan airnya dulu,” tambah Menteri Dody.