Trending

Pemkot Ambon Perketat Bansos Digital, Lekransy : Data Ganda Dihapus

Pemkot Ambon Perketat Bansos Digital, Lekransy : Data Ganda Dihapus
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon Ronal Lekransy ( Foto Diskominfo Kota Ambon )

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon memperketat penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan mengandalkan sistem digital untuk menutup celah data ganda dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Kebijakan ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, dalam releasenya Senin (13/04/2026), menyusul penetapan Ambon sebagai salah satu daerah uji coba digitalisasi bansos nasional.

Menurutnya, perbaikan sistem menjadi kunci agar bantuan tidak lagi salah sasaran akibat data yang tidak valid atau tumpang tindih. “Data ganda tidak boleh lagi diberi ruang. Semua harus berbasis data yang akurat dan terverifikasi,” tegasnya.

Dalam skema ini, Dinas Sosial menjadi ujung tombak dengan mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), melakukan verifikasi dan validasi calon penerima, serta menentukan kelayakan bantuan.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memastikan keakuratan identitas melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK), sekaligus menyinkronkan data untuk mencegah duplikasi maupun data fiktif.

Di sisi lain, Kominfosandi bertanggung jawab menyediakan infrastruktur teknologi, mengembangkan platform digital bansos, serta menjamin keamanan data melalui sistem siber dan enkripsi.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Pemkot Ambon menyiapkan sekitar 650 agen dari unsur aparatur sipil negara dan tokoh masyarakat. Agen ini bertugas melakukan pendataan warga, membantu verifikasi lapangan, serta mendampingi masyarakat dalam penggunaan sistem digital bansos.

Selain itu, mereka juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar proses pendataan berjalan jujur dan transparan.

Pemkot Ambon menilai kolaborasi antar OPD dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan program ini.

Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah berharap penyaluran bansos di Ambon menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan bebas dari praktik penyimpangan. (EM)

Berita terkait

Satresnarkoba Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Produksi Miras Ilegal di Ajibarang, 1.138,8 Liter Diamankan

Satresnarkoba Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Produksi Miras Ilegal di Ajibarang, 1.138,8 Liter Diamankan

Banyumas-Spektroom : Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banyumas mengungkap dugaan aktivitas produksi dan penjualan minuman keras (miras) ilegal di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Dari penggeledahan sebuah rumah milik SB (34), polisi mengamankan sebanyak 1.138,8 liter miras berbagai jenis. Pengungkapan tersebut dilakukan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD)

Bian Pamungkas
Tujuh UPT BPOM Regional Manado Satukan Langkah Perkuat Pengujian Obat dan Makanan

Tujuh UPT BPOM Regional Manado Satukan Langkah Perkuat Pengujian Obat dan Makanan

Sofifi-Spektroom : Jarak geografis boleh memisahkan, tetapi komitmen menjaga keselamatan masyarakat menyatukan. Semangat inilah yang mengemuka dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Regionalisasi Laboratorium Regional Manado yang berlangsung selama dua hari di Aula Kie Raha, Balai POM Maluku Utara di Sofifi. Kegiatan ini mempertemukan tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru