Kenaikan Harga Pertamax Picu Kenaikan Konsumsi Pertalite

Kenaikan Harga Pertamax Picu Kenaikan Konsumsi Pertalite
Antrian sepeda motor di salah satu SPBU Batang dampak kenaikan harga pertamax pindah ke pertalite, Senin (15/06/2026)(Foto: Sigit)

Batang-Spektroom: Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis.

Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pengelola salah satu SPBU di Kota Batang, terjadi peningkatan pembelian BBM jenis Pertalite dari semula 6 ribu liter, kini menjadi 7 ribu liter per hari.

Sementara, jenis Pertamax masih dalam kategori normal yakni berkisar 1.500 liter per harinya.

Salah satu pengendara, Budi sengaja mengganti bahan bakar sepeda motornya, dari semula Pertamax berganti ke Pertalite sejak beberapa hari lalu. Di samping harganya lebih ekonomis, masyarakat kini akses pembeliannya kini lebih mudah.

"Ya sebelumnya pakai Pertamax karena untuk menjaga daya tahan mesin jauh lebih baik. Karena Pertamax itu di kampung nggak ada yang ngecer, terus harganya lagi naik, ya ganti ke Pertalite," ujarnya, usai mengisi BBM, di salah satu SPBU, di Kabupaten Batang, Senin 15 Juni 2026.

Sebagai konsumen, Warga Kampung Seturi ini berharap agar harga BBM kembali normal, sehingga mengurangi dampak khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

"Ya mohon harganya diturunin lah biar kami kerjanya nggak terlalu berat, sekarang apa-apa sulit," ungkapnya.

Senada salah satu pengemudi ojek online, Toha meski bukan pengguna, tetap mengharapkan agar harga BBM khususnya Pertamax kembali normal. Pasalnya, dampak dari kenaikan tersebut dirasakan dari sisi pemenuhan kebutuhan pokok, yakni dengan naiknya harga kebutuhan pokok.

"Karena pakainya Pertalite, jadi sejak Pertamax naik sih, nggak terlalu terasa. Kecuali harga Pertalite naik, tapi pendapatan jelas naik turunnya lumayan , omzetnya bisa antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, untuk tarifnya paling dekat Rp8 ribu," ujarnya .

Ia pun berharap agar harga BBM maupun kebutuhan pokok segera normal kembali. "Sebagai masyarakat kecil tentu menginginkan segalanya mudah dipenuhi," katanya.

Berita terkait

172,4 Kg Sabu Dimusnahkan, Polda Kalsel Bongkar Jaringan Narkoba Internasional dan Selamatkan 863 Ribu Jiwa

172,4 Kg Sabu Dimusnahkan, Polda Kalsel Bongkar Jaringan Narkoba Internasional dan Selamatkan 863 Ribu Jiwa

Banjarbaru-Kalsel-Spektroom : Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan 26 kasus selama periode 24 Mei hingga 21 Juli 2026. Sebanyak 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi dimusnahkan dalam konferensi pers di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (4/8/2026). Pemusnahan tersebut dipimpin Kapolda Kalsel Irjen

Junaidi, Buang Supeno
413 Pramuka Maluku Utara Berangkat ke Jamnas XII, Pulau Taliabu Mundur Dua Hari Jelang Keberangkatan

413 Pramuka Maluku Utara Berangkat ke Jamnas XII, Pulau Taliabu Mundur Dua Hari Jelang Keberangkatan

Ternate-Spektroom : Sebanyak 413 anggota Pramuka Penggalang asal Maluku Utara resmi diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Namun, di tengah persiapan akhir, Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pulau Taliabu memutuskan mundur hanya dua hari sebelum keberangkatan. Kontingen dilepas Wakil

Nanang Adrany, Buang Supeno
ссс