Kenaikan Harga Pertamax Picu Kenaikan Konsumsi Pertalite
Batang-Spektroom: Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis.
Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pengelola salah satu SPBU di Kota Batang, terjadi peningkatan pembelian BBM jenis Pertalite dari semula 6 ribu liter, kini menjadi 7 ribu liter per hari.
Sementara, jenis Pertamax masih dalam kategori normal yakni berkisar 1.500 liter per harinya.
Salah satu pengendara, Budi sengaja mengganti bahan bakar sepeda motornya, dari semula Pertamax berganti ke Pertalite sejak beberapa hari lalu. Di samping harganya lebih ekonomis, masyarakat kini akses pembeliannya kini lebih mudah.
"Ya sebelumnya pakai Pertamax karena untuk menjaga daya tahan mesin jauh lebih baik. Karena Pertamax itu di kampung nggak ada yang ngecer, terus harganya lagi naik, ya ganti ke Pertalite," ujarnya, usai mengisi BBM, di salah satu SPBU, di Kabupaten Batang, Senin 15 Juni 2026.
Sebagai konsumen, Warga Kampung Seturi ini berharap agar harga BBM kembali normal, sehingga mengurangi dampak khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
"Ya mohon harganya diturunin lah biar kami kerjanya nggak terlalu berat, sekarang apa-apa sulit," ungkapnya.
Senada salah satu pengemudi ojek online, Toha meski bukan pengguna, tetap mengharapkan agar harga BBM khususnya Pertamax kembali normal. Pasalnya, dampak dari kenaikan tersebut dirasakan dari sisi pemenuhan kebutuhan pokok, yakni dengan naiknya harga kebutuhan pokok.
"Karena pakainya Pertalite, jadi sejak Pertamax naik sih, nggak terlalu terasa. Kecuali harga Pertalite naik, tapi pendapatan jelas naik turunnya lumayan , omzetnya bisa antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, untuk tarifnya paling dekat Rp8 ribu," ujarnya .
Ia pun berharap agar harga BBM maupun kebutuhan pokok segera normal kembali. "Sebagai masyarakat kecil tentu menginginkan segalanya mudah dipenuhi," katanya.