Kepala BPBD Provinsi Lampung Ikuti Saresehan HUT BN2P RI Secara Virtual
Spektroom - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto mengikuti Sarasehan Hari Ulang Tahun Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BN2P) Republik Indonesia, secara virtual.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional”, secara luring berlangsung di Kantor Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia, Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).
Sebelum saresehan dimulai Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BN2P) Republik Indonesia, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk membentuk komitmen, dalam membangun kesamaan pemahaman di tingkat pimpinan kementerian dan lembaga terhadap peran strategis Basarnas dalam penyelenggaraan layanan pencarian dan pertolongan di Indonesia.
Disamping itu, mendorong nasional SAR plan sebagai integrasi kebijakan antar instansi dan untuk mendapatkan masukan dan saran untuk penguatan kelembagaan, pendanaan, dan dukungan lintas sektor sehingga menghasilkan komitmen bersama dalam rangka mendukung penguatan kualitas layanan SAR yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Menurut Mohammad Syafii, penyelenggaraan sarasean ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, dari Komisi 5 DPR RI, serta evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Badan Sar Nasional.
"Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa selama tahun 2025, Basarnas telah melaksanakan 2.766 operasi SAR terhadap kecelakaan kapal, kecelakaan pesawat, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana pada fase tanggap darurat, maupun kondisi membahayakan manusia." rinci Mohammad Syafii.
Sedangkan dalam kancah global, lanjut dia, Basarnas mendukung keanggotaan Indonesia di organisasi International Civil Aviation Organization dan terpilih menjadi anggota Dewan AIMO International Maritime Organization.
Diforum yang sama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, dalam kondisi darurat, Basarnas memiliki golden hours 72 jam harapan korban selamat, jadi ruang waktu sangat terbatas.
Operasi penyelamatan tidak cukup mengandalkan keberanian individu, melainkan membutuhkan sistem komando yang solid, infrastruktur memadai, serta dukungan teknologi dan sumber daya manusia," cetusnya.
Menurut dia, kebutuhan penguatan sistem tersebut semakin mendesak mengingat wilayah tanggung jawab Basarnas mencapai sekitar 5 juta kilometer persegi, sementara kekuatan personel SAR sangat terbatas.
Basarnas saat ini baru memiliki 5.462 personel yang tersebar di 45 kantor SAR. Menko Pratikno menilai jumlah tersebut masih jauh dan kebutuhan untuk memberikan layanan pada 280 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 5.000 pulau di seluruh wilayah Indonesia.
Selain Menko PMK Pratikno sebagai pembicara kunci, Sarasehan juga menghadirkan pembicara lainnya seperti Anggota 1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Nyoman Adi Suryantana, Menteri Perhubungan RI Dodi Purwagandi.
Kemudian Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staff TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staff TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Muhammad Toni Harjono, serta Mayjen TNI purnawirawan sampul Samsul Ma'arif Kepala BNPB periode 2008- 2015 dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.(@Ng)