Kesbangpol Palangka Raya Bangun Semangat Huma Betang Melalui Permainan Interaktif
Palangka Raya-Spektroom : Tawa dan canda mengawali pertemuan puluhan generasi muda dari berbagai latar belakang suku dan agama dalam program pembinaan wawasan kebangsaan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya. Melalui permainan interaktif, peserta diajak merasakan langsung makna kebersamaan sebagai wujud nyata semangat Huma Betang.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya, H. Mahjuri, mengatakan pendekatan tersebut sengaja diterapkan agar pembinaan ideologi tidak terkesan kaku dan lebih mudah diterima generasi milenial maupun Gen Z.
"Dalam implementasinya, kegiatan pembinaan berupa program inovasi ini diawali dengan sesi kuis dan permainan kelompok sebelum peserta mengikuti materi inti," ujar Mahjuri di Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, peserta yang berasal dari beragam suku dan agama sengaja dibaurkan dalam satu kelompok untuk menghilangkan sekat sosial sekaligus membangun komunikasi yang lebih akrab.
"Melalui aktivitas kelompok tersebut, para peserta didorong untuk saling berinteraksi secara alami tanpa membeda-bedakan identitas suku maupun agama masing-masing," katanya.
Mahjuri menilai metode pembelajaran berbasis permainan terbukti efektif menciptakan keakraban, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat rasa saling menghargai di tengah keberagaman.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut merupakan implementasi filosofi Huma Betang yang menjadi kearifan lokal Kalimantan Tengah. Filosofi rumah adat Dayak itu mengajarkan kehidupan yang harmonis dalam keberagaman, di mana setiap orang hidup berdampingan dengan saling menghormati meski memiliki latar belakang berbeda.
"Program edukasi nilai-nilai kebangsaan ini pada prinsipnya seperti Huma Betang, yakni bersatu dalam satu wadah tanpa memandang suku dan agama untuk mencegah perpecahan," tegasnya.
Melalui metode kreatif tersebut, Kesbangpol Kota Palangka Raya berharap nilai-nilai Pancasila dan semangat Huma Betang tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini juga diharapkan mampu memperkuat persatuan sekaligus menjadi upaya preventif mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
(Polin-1/ndik)