Ketika Data Bicara di Tengah Program Ketahanan Pangan

Ketika Data Bicara di Tengah Program Ketahanan Pangan
Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr Pipit Rismanto menyerahkan penghargaan kepada para Kapolres yg dinilai berhasil melaksanakan program Ketahanan Pangan. Foto : Bid Humas Polda Kalbar

Pontianak-Spektroom : Di satu pagi yang hangat di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalimantan Barat, Senin (30/03/2026), suasana tampak berbeda. Tidak ada euforia berlebihan, tidak pula seremoni yang sarat pujian. Yang menonjol justru satu hal: angka-angka yang berbicara.

Bagi Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, penghargaan bukan sekadar simbol keberhasilan. Ia menegaskan, apresiasi tidak lahir dari kedekatan personal, bukan pula karena faktor suka atau tidak suka terhadap pimpinan satuan.

“Penghargaan adalah cerminan dari kerja nyata yang terukur,” menjadi pesan yang ingin ditegaskan.

Di tengah upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional, hanya tiga dari 14 Polres di jajaran Polda Kalbar yang dinilai benar-benar menunjukkan capaian konkret. Mereka adalah Polres Bengkayang, Polres Kapuas Hulu, dan Polres Landak. Penilaian yang dilakukan bukanlah perlombaan dalam arti kompetisi seremonial. Ini adalah potret faktual dari aktivitas di lapangan—mulai dari pemanfaatan lahan hingga realisasi tanam yang dapat diverifikasi. Data menjadi dasar utama, bukan narasi.

Polres Bengkayang menempati posisi teratas dengan total 22 poin. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari upaya mengelola potensi lahan seluas 1.535 hektar, dengan realisasi tanam mencapai 492,40 hektar. Sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan.

Di posisi kedua, Polres Kapuas Hulu mengumpulkan 21 poin. Sementara Polres Landak berada di urutan ketiga dengan 20 poin. Selisih yang tipis menggambarkan bahwa kerja-kerja di lapangan berjalan kompetitif, namun tetap dalam kerangka kolaboratif untuk tujuan yang sama: menjaga ketahanan pangan.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Kalbar Nomor: B/390/III/KEP./2026/Ro SDM, dengan indikator penilaian yang jelas, yakni efektivitas pemanfaatan lahan dan capaian target penanaman. Tidak ada ruang untuk asumsi—semuanya berbasis bukti.

Dalam sambutannya, Pipit menekankan bahwa keberhasilan tersebut adalah hasil dari dedikasi personel di lapangan. Mereka bukan hanya menjalankan tugas kepolisian konvensional, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas tantangan pangan di daerah.

Di Kalimantan Barat, isu ketahanan pangan bukan sekadar wacana. Ia bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor pertanian. Karena itu, keterlibatan institusi seperti kepolisian menjadi bagian dari pendekatan lintas sektor yang semakin relevan.

Penghargaan ini, lanjut Pipit, diharapkan menjadi pemantik bagi Polres lain untuk bergerak lebih progresif. Inovasi dalam pemanfaatan lahan dan kolaborasi dengan masyarakat tani menjadi kunci yang terus didorong.

Ke depan, Polda Kalbar berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan komunitas pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program ketahanan pangan tidak berhenti pada capaian jangka pendek, melainkan berkelanjutan.

Pada akhirnya, penghargaan tersebut bukanlah garis finis. Ia justru menjadi penanda bahwa kerja nyata—yang berbasis data dan berdampak langsung—adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Dan di Lapangan Jananuraga pagi itu, tiga nama disebut. Namun pesan yang bergema jauh lebih luas: dalam urusan ketahanan pangan, hasil nyata selalu menemukan jalannya untuk diakui.

Berita terkait

IPB University Kirim Tim Ekspedisi Patriot 2026 ke Sijunjung, Dampingi Hilirisasi Sawit di Kawasan

IPB University Kirim Tim Ekspedisi Patriot 2026 ke Sijunjung, Dampingi Hilirisasi Sawit di Kawasan

Sijunjung–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung, Sumatera Barat, menyambut sekaligus melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dari IPB University yang menjalankan program pengabdian masyarakat selama empat bulan di Kawasan Transmigrasi Muara Takung, Kecamatan Kamang Baru. Prosesi penyambutan dan pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Senin (3/

Riswan Idris, Bian Pamungkas
Perkuat Sinergi Keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta Resmikan Operasional JPL 707 Sentolo–Rewulu

Perkuat Sinergi Keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta Resmikan Operasional JPL 707 Sentolo–Rewulu

Bantul – Spektroom : PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Sedayu mengoperasikan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 707 di petak jalan rel Sentolo (STL)–Rewulu (RWL), Senin (3/8/2026). Peresmian tersebut menjadi wujud sinergi

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Deepfake dan Hoaks Jadi Tantangan Baru KIP 2026-2030, Meutya Hafid Targetkan Indeks Keterbukaan Tembus 75

Deepfake dan Hoaks Jadi Tantangan Baru KIP 2026-2030, Meutya Hafid Targetkan Indeks Keterbukaan Tembus 75

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid secara resmi mengambil sumpah jabatan dan mengukuhkan tujuh anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) Periode 2026–2030 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026). Dalam sambutannya, Meutya menegaskan penguatan keterbukaan informasi publik menjadi semakin krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Rafles
ссс