Ketika Polisi Hadir di Tengah Duka, Pengawalan Jenazah Jadi Potret Humanis Operasi Patuh
Pontianak-Spektroom : Di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2026, ada pemandangan berbeda yang memperlihatkan wajah lain pelayanan kepolisian.
Bukan penindakan pelanggaran lalu lintas ataupun pemeriksaan kendaraan, melainkan sebuah aksi kemanusiaan yang mengantarkan jenazah seorang warga menuju tempat peristirahatan terakhir.
Sabtu (31/10/2026), di tengah aktivitas lalu lintas Kota Pontianak, AIPTU Budi Santoso, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Barat, merespons permintaan keluarga almarhumah Hayati yang membutuhkan bantuan pengawalan jenazah.
Jenazah almarhumah yang diberangkatkan dari Jalan Kota Baru menuju pemakaman di kawasan Sungai Jawi, Gang Waspada, harus melewati sejumlah ruas jalan dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat.
Dalam situasi duka tersebut, kelancaran perjalanan menjadi kebutuhan penting bagi keluarga.
Mereka tentu ingin mengantarkan almarhumah dengan tenang, tanpa harus menghadapi hambatan lalu lintas di sepanjang perjalanan.
Budi pun mengambil peran. Dengan sigap, ia memberikan pengawalan agar rombongan jenazah dapat melintas dengan lancar hingga tiba di lokasi pemakaman.
Bagi keluarga yang sedang berduka, bantuan itu bukan sekadar urusan mengatur lalu lintas.
Kehadiran seorang polisi di tengah perjalanan terakhir anggota keluarga mereka menjadi bentuk perhatian yang memiliki makna tersendiri.
Prosesi pemakaman pun berlangsung lancar. Keluarga almarhumah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta bantuan pengawalan yang diberikan personel kepolisian.
Peristiwa sederhana ini menghadirkan pesan bahwa tugas polisi di jalan raya tidak selalu tentang menegakkan aturan dan memberikan sanksi.
Ada saat ketika kehadiran polisi dibutuhkan untuk membantu, melindungi, dan meringankan beban masyarakat.
Aksi tersebut sekaligus menjadi gambaran pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2026.
Operasi yang mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan" tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan nyata.
Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., menegaskan bahwa Operasi Patuh harus menjadi momentum bagi seluruh personel untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan agar setiap anggota Polri menjaga sikap, menghindari pelanggaran sekecil apa pun, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas.
"Jadikan Operasi Patuh 2026 sebagai momentum meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan publik, mewujudkan kamseltibcarlantas di Kalbar, hindari pelanggaran sekecil apa pun, dan jaga kehormatan institusi Polri," pesannya.
Di tengah upaya membangun budaya tertib berlalu lintas, aksi AIPTU Budi Santoso memberikan gambaran bahwa keselamatan dan kemanusiaan berjalan beriringan.
Sebab, bagi masyarakat, polisi bukan hanya dinilai dari ketegasannya menindak pelanggaran, tetapi juga dari kesediaannya hadir ketika pertolongan dibutuhkan.
Pengawalan jenazah itu mungkin hanya berlangsung dalam satu perjalanan. Namun, bagi keluarga yang ditinggalkan, kepedulian tersebut menjadi kenangan bahwa di tengah suasana kehilangan, masih ada tangan yang membantu mengantarkan orang tercinta menuju peristirahatan terakhir.
Polisi Bersama Masyarakat. Bukan hanya menjaga ketertiban di jalan, tetapi juga menghadirkan kepedulian di tengah kehidupan.