Ketika Sarapan Menjadi Penentu Fokus Belajar: Kisah Program MBG di SDN 14 Pontianak

Ketika Sarapan Menjadi Penentu Fokus Belajar: Kisah Program MBG di SDN 14 Pontianak
Anak anak Pelajar SDN 14 sedang menyantap paket hidangan MBG. Foto : Apolo/Spektroom

Spektroom - Pagi di SD Negeri 14 Pontianak Selatan kini terasa berbeda. Di sela hiruk pikuk anak-anak yang berlarian menuju kelas, aroma makanan hangat menyambut mereka.

Bukan dari kantin, melainkan dari paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari dibagikan kepada para siswa.

Sejak Februari 2025, sekolah ini tercatat sebagai sekolah pertama di Kota Pontianak yang menerima distribusi program nasional tersebut.

Bagi sebagian siswa, sarapan bersama di sekolah menjadi momen yang dinanti.

Mereka duduk rapi, membuka kotak makan dengan wajah penuh antusias. Ada yang langsung menyantap, ada pula yang penasaran menebak menu hari itu.

Di balik kesederhanaan kegiatan ini, tersimpan harapan besar: anak-anak datang ke kelas dengan perut terisi dan semangat belajar yang lebih baik.

Kepala SD Negeri 14 Pontianak Selatan, Marina Tambunan, menyebutkan bahwa sejak program berjalan, respons siswa dan orang tua sangat positif.

Menurutnya, konsep sarapan bersama dipilih agar anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang di waktu yang tepat, sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung penuh.

“Paket makanan diberikan kepada siswa pada jam istirahat pertama sekitar pukul 09.00 pagi,” ungkap Marina, Rabu, (04/02/2026).

Ia menambahkan, menu yang disajikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah dasar, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, hingga buah.

Tak hanya soal menu, aspek kebersihan dan distribusi juga menjadi perhatian utama pihak sekolah.

Marina memastikan seluruh paket MBG diterima dalam kondisi layak dan higienis.

Koordinasi dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat berjalan lancar, bahkan terbuka terhadap evaluasi.

“Jadi, kami pun diperbolehkan memberikan komentar, masukan kepada SPPG-nya dan mereka menerima,” ujarnya.

Menurut Marina, komunikasi dua arah ini penting agar kualitas makanan tetap terjaga dan sesuai dengan selera serta kebutuhan anak-anak.

Dampak program MBG mulai dirasakan secara nyata. Guru-guru melihat siswa lebih fokus saat pelajaran berlangsung dan tidak mudah mengeluh lapar di tengah jam belajar.

Bagi sebagian orang tua, program ini juga membantu memastikan anak mereka tidak melewatkan sarapan sebelum berangkat sekolah.

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 14 Pontianak Selatan menjadi cerita kecil yang menghangatkan.

Sebuah langkah sederhana, namun bermakna besar, dalam menanamkan kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda sejak dini.

Berita terkait