Ketika Setetes Air Menjadi Berharga, Polri Mengetuk Pintu-Pintu Harapan Warga
Pontianak - Spektroom : Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan kabut asap yang masih menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan Barat, setetes air bersih menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi banyak warga.
Jumat (11/09/2026) harapan itu datang melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan Satgas Edukasi Sespimti Polri Dikreg 36 bersama Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., di Kota Pontianak.
Sejak pagi, halaman Damkar Panca Bakti di Jalan Letjen Suprapto Nomor 32, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, mulai dipadati warga.
Mereka datang membawa jeriken, ember, hingga tandon air berukuran kecil untuk mendapatkan pasokan air bersih yang didistribusikan secara gratis.
Bagi sebagian warga, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi lingkungan yang terdampak kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang semakin sulit diperoleh.
Di lokasi kegiatan, personel Satgas Edukasi Sespimti Polri Dikreg 36 bersama jajaran Polda Kalbar dan Polresta Pontianak tampak berbaur dengan masyarakat.
Mereka tidak hanya memastikan proses distribusi berjalan lancar, tetapi juga menyempatkan diri berbincang dan mendengarkan langsung keluhan warga.
Suasana hangat terlihat ketika Kapolda Kalbar menyapa warga yang mengantre.
Senyum dan sapaan sederhana menjadi pengingat bahwa kehadiran aparat tidak hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam momen-momen kemanusiaan yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri untuk membantu masyarakat.
Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus memperkuat kedekatan dan sinergi antara Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
Di tengah tantangan yang dihadapi Kalimantan Barat akibat musim kemarau dan kabut asap, aksi sederhana seperti membagikan air bersih memiliki makna yang jauh lebih besar.
Air yang mengalir ke rumah-rumah warga tidak hanya membawa manfaat untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan rasa peduli dan kebersamaan.
Bagi warga yang menerima bantuan, hari itu menjadi bukti bahwa di tengah situasi sulit, masih ada tangan-tangan yang hadir membawa harapan.
Setidaknya untuk sementara, mereka tidak hanya membawa pulang air bersih, tetapi juga keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi keadaan ini sendirian.