Ketua DP DHD BPK-45 Sumbar Dorong Gedung Joeang Jadi Cagar Budaya Nasional

Ketua DP DHD BPK-45 Sumbar Dorong Gedung Joeang Jadi Cagar Budaya Nasional
Ketua DP DHD BPK-45 Sumbar, Mayjen (Purn) Amril Amir (pakai rompi) bersama Sekda Sumbar, Arry Yuswandi (baju biru) saat penyerahan santunan kepada veteran dan keluarganya. (Foto: Rafles/Spektroom)

Padang-Spektroom : Gedung Joeang 45 Sumatera Barat (Sumbar) di Jalan Samudera, Kota Padang, didorong untuk dinaikkan statusnya dari cagar budaya tingkat kota menjadi Cagar Budaya Nasional.

Peningkatan status tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga bangunan bersejarah sekaligus merawat memori kolektif bangsa tentang perjalanan perjuangan menuju kemerdekaan.

Gedung-gedung cagar budaya, terutama yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah perjuangan bangsa, tidak semestinya dipandang hanya sebagai bangunan tua. Di balik dinding dan ruang-ruangnya tersimpan jejak sejarah, nilai perjuangan, serta kesaksian perjalanan sebuah bangsa yang tidak boleh terputus oleh perubahan zaman.

Harapan itu disampaikan Ketua Dewan Paripurna DHD BPK-45 Sumbar, Mayjen TNI Purn. Amril Amir, dalam kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” yang digelar Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pemberdayaan Kejuangan 45 (BPK-45) Sumbar di Gedung Joeang 45, Jalan Samudera, Padang, Minggu (9/8/2026).

Amril mengatakan, Gedung Joeang 45 memiliki nilai sejarah yang penting bagi Sumatera Barat. Pada masa kolonial Belanda, bangunan tersebut pernah digunakan sebagai Kantor Konsulat Jerman di Padang.

Saat ini, gedung tersebut berstatus sebagai cagar budaya Kota Padang dan tengah melalui proses penilaian untuk peningkatan status di tingkat provinsi.

“Sebagai mantan Kepala Pusat Sejarah TNI, saya berharap pemerintah terus merawat dan merestorasi Gedung Joeang 45 yang telah menjadi cagar budaya ini. Ke depan, kami berharap statusnya dapat dinaikkan menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Amril.

Menurut Amril, pelestarian bangunan bersejarah tidak sebatas mempertahankan bentuk fisik bangunan. Lebih dari itu, pelestarian merupakan bagian dari upaya menyelamatkan memori sejarah dan identitas bangsa agar dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, kata dia, keberadaan gedung-gedung yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Perawatan, restorasi, dan pemanfaatan bangunan cagar budaya harus dilakukan secara terencana sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga tanpa kehilangan fungsi edukatifnya.

“Kalau bangunan bersejarah hilang atau rusak, yang hilang bukan hanya bangunannya. Kita juga kehilangan bagian dari sejarah dan ingatan kolektif bangsa,” katanya.

Amril menilai, generasi muda perlu diperkenalkan secara langsung dengan tempat-tempat bersejarah. Dengan melihat, memasuki, dan memahami sejarah yang melekat pada sebuah bangunan, generasi muda akan lebih mudah memahami bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pemberian penghargaan dan bantuan kepada pejuang, veteran, serta purnawirawan dan lomba pidato perjuangan antarkabupaten/kota melalui DHC, lomba baca puisi perjuangan tingkat SLTA se-Sumbar, hingga lomba storytelling mengenai sejarah perjuangan lokal tingkat SLTA.

Selain kegiatan edukatif dan apresiasi sejarah, panitia juga menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, pemeriksaan jantung, pemeriksaan darah, serta donor darah.

Berita terkait

Penuh Warna Pawai Pembangunan dan Budaya Nusantara meriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 di Batam.

Penuh Warna Pawai Pembangunan dan Budaya Nusantara meriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 di Batam.

Tanjungpinang - Spektroom: Ribuan peserta memeriahkan Pawai Pembangunan dan Pawai Budaya Nusantara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun(HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batam. Kegiatan yang digelar di Dataran Engku Hamidah, Batamcenter, Minggu (9/8/2026), berlangsung semarak dan menampilkan keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Wali

Desmawati, Anggoro AP