Warna Warni Tandai Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Batam
Tanjungpinang - Spektroom: Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Batam Tahun 2026, berlangsung semarak, menjadi momentum penting dalam menyiapkan masa depan generasi mendatang.
Sejak pagi, Dataran Engku Putri dipenuhi anak-anak dari berbagai wilayah di Kota Batam. Dengan wajah ceria, mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang disiapkan dalam peringatan yang didedikasikan bagi generasi penerus tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita, Sabtu (8/8/2026).
Suasana semakin hangat ketika Forum Anak Batam mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.
Wako Amsakar mengaku terkesan dengan apa yang disampaikan Forum Anak Batam. Menurutnya, penyampaian aspirasi tersebut memberikan perspektif penting bagi pemerintah dalam melihat kembali berbagai kebijakan yang telah dijalankan.
“Ketika tadi Forum Anak Batam menyampaikan isi hati anak-anak, kami bersama Ibu Wakil tadi bercerita bahwa sebenarnya yang kami lakukan selama ini adalah untuk anak-anak Batam,” katanya.
Dia menyebutkan sejumlah program yang telah dijalankan Pemko Batam, di antaranya pemberian beasiswa, seragam sekolah gratis, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan Ruang Kelas Baru (RKB), serta pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Namun, di tengah suasana perayaan yang penuh kegembiraan, Amsakar mengingatkan adanya tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan, yaitu memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan.
Walikota juga minta seluruh pihak menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak dan segera melaporkan apabila menemukan adanya dugaan kekerasan.
“Berhenti melakukan kekerasan terhadap anak. Kalau terdengar ada kekerasan terhadap anak, segera laporkan,” tegasnya.

Amsakar juga secara khusus mengingatkan para kepala sekolah agar tidak membiarkan perundungan atau bullying terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, setiap persoalan yang menyangkut anak harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
“Bapak Ibu para kepala sekolah, kalau terjadi bully, terjadi perundungan di sekolah masing-masing, cepat selesaikan persoalan itu,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Pemko Batam juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki kepedulian dan kontribusi terhadap perlindungan serta pemenuhan hak anak di Kota Batam.
Penghargaan Penegak Hukum Peduli Anak diberikan kepada Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus.
Sementara itu, penghargaan kategori Pemerhati Anak diberikan kepada Yayasan Keluarga Batam, Sri Sudarsono, serta Rumah Singgah Disabilitas Ar-Rahman.