Ketua PWI Malang Raya Rasakan Manfaat Disiplin dalam Retret Bela Negara
Spektroom – Ketua PWI Malang Raya Ir. Cahyono merasakan langsung manfaat penerapan disiplin tinggi selama mengikuti Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN), Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Cahyono mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI tersebut.
Retret berlangsung selama empat hari, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026, dan kini telah memasuki hari ketiga pelaksanaan.
“Di awal kegiatan memang terasa sangat berat karena disiplin yang diterapkan cukup ketat. Wartawan itu kan biasanya suka molor waktu dan kurang disiplin, jadi bagi saya cukup terasa. Alhamdulillah, hari berikutnya sudah bisa menyesuaikan,” tutur Cahyono melalui sambungan telepon.
PKBN Kemenhan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Bogor atau sekitar satu jam perjalanan ini berdiri di atas lahan seluas 21,33 hektare.
Kawasan tersebut memiliki suasana sejuk dan asri karena dikelilingi pegunungan, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Retret PWI mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”.
Kegiatan ini diikuti sekitar 160 wartawan dari PWI Pusat dan PWI Provinsi se-Indonesia.
PWI Jawa Timur mengirimkan tujuh peserta, yakni Lutfil Hakim (Ketua), Syaiful Anam (Sekretaris), Andy Setyawan (Bendahara), Fery Iz Mirza (Sekretaris DK), serta Cahyono dan Sunavip Ra Indranata dari PWI Malang Raya, dan Sasmito dari PWI Bojonegoro.
Padatnya agenda retret tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga kegiatan fisik yang dimulai sejak sebelum salat subuh, pukul 04.00 WIB.
Disiplin waktu diterapkan secara ketat, termasuk apel pagi setiap pukul 07.00 WIB sebelum peserta mengikuti sesi kelas.
Selain itu, peserta juga mengikuti olahraga pagi bersama, latihan gerak badan, serta kegiatan ketangkasan yang dipandu perwira Akademi Militer.
Suasana pagi yang sejuk menambah antusiasme peserta dalam membangun kebugaran fisik sekaligus kebersamaan.
Usai olahraga pagi, kegiatan dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Latihan ini bertujuan menanamkan nilai ketepatan, tanggung jawab, disiplin, patriotisme, serta memperkuat solidaritas antarpeserta.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pemaparan materi Nilai Dasar Bela Negara oleh Widyaiswara Puskom Belneg di Aula Bela Negara.
Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta agar mampu menerapkan nilai bela negara dalam lingkungan kerja dan profesi jurnalistik.
“Pokoknya lengkap, padat, dan mengasyikkan. Retret ini menambah wawasan kebangsaan, membentuk integritas pribadi, sikap disiplin, kesehatan melalui olahraga, bahkan ada unsur rekreasi,” ujar Cahyono.
Ia menambahkan, manfaat lain yang dirasakan adalah terbangunnya jejaring dan koordinasi antarwartawan dari berbagai daerah.
“Lebih dari itu, kami bisa saling mengenal dan berkoordinasi untuk satu tujuan besar, yakni persatuan Indonesia,” katanya.
Kegiatan retret dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemenhan RI, didampingi Ketua Umum PWI Pusat Achmad Munir dan Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.
Dalam membacakan sambutan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran pers dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Akhmad Munir menegaskan bahwa Retret PWI merupakan ikhtiar organisasi untuk membentuk wartawan yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat di tengah tantangan disinformasi dan polarisasi publik.
Selama retret berlangsung, peserta juga mendapatkan pemaparan materi dari sejumlah menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto, yang disertai dialog dan sesi tanya jawab terkait integritas, wawasan kebangsaan, serta peran strategis pers dalam menjaga demokrasi dan keamanan nasional.