Khitanan Massal PAM JAYA di Jaksel Diikuti 659 Anak, Target Peserta Terlampaui
Jakarta – Spektroom : Sebanyak 659 anak dari 65 kelurahan di Jakarta Selatan mengikuti khitanan massal gratis yang digelar di Aula Masjid Darul Jannah, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Program sosial tersebut merupakan kolaborasi PAM JAYA, Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta, dan Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ). Turut hadir Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono, Ketua Dharma Wanita DKI Jakarta Lisniawati Uus, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho, Ketua Daya Wanita PAM JAYA Lya Arief, serta jajaran KKJ.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan serentak di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
"Sebanyak 659 anak dari 65 kelurahan di Jakarta Selatan mengikuti khitanan massal ini. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA melalui program sosial yang patut disyukuri," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Daya Wanita PAM JAYA, Lya Arief, menjelaskan bahwa khitanan massal merupakan program tahunan yang digelar melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) PAM JAYA bersama Daya Wanita PAM JAYA. Pelaksanaan di Jakarta Selatan merupakan hari kelima dari rangkaian kegiatan yang akan berakhir di Jakarta Pusat pada 8 Juli mendatang.
"Pemilihan waktu pada bulan Juli dilakukan agar bertepatan dengan libur sekolah sehingga memudahkan anak-anak mengikuti khitanan," ucapnya.
Lya, mengatakan, tahun ini PAM JAYA menargetkan sebanyak 2.000 peserta dengan sasaran sekitar 500 anak di setiap wilayah. Namun, jumlah peserta di Jakarta Selatan justru melampaui target yang telah ditetapkan.
Ia, menambahkan, kerja sama dengan TP PKK DKI Jakarta turut memperluas jangkauan peserta, khususnya bagi keluarga kurang mampu dan pelanggan PAM JAYA yang membutuhkan layanan tersebut.
"Kami berharap program ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak di Jakarta yang memperoleh manfaat dan kuota peserta pada tahun mendatang bisa ditingkatkan," katanya.