Kini Kemarau Mengintai, Banser Bagana dan Balakar Perkuat Barisan Pencegahan Karhutla
Palangka Raya-Spektroom : Di sejumlah wilayah, musim kemarau mulai mengeringkan rumput dan lahan. Hal ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berbagai elemen masyarakat ikut memperkuat kewaspadaan. Di Kalimantan Tengah, Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor menyiagakan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana) dan Banser Penanggulangan Kebakaran (Balakar) untuk mendukung upaya pencegahan karhutla bersama pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman kabut asap yang kerap menyertai musim kemarau.
"Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran hutan, tetapi ancaman nyata yang merusak kesehatan warga, melumpuhkan roda perekonomian, serta menghancurkan ekosistem Kalimantan Tengah," ujar Arjoni di Palangka Raya, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, personel Bagana dan Balakar telah disiapkan untuk membantu pemerintah dan kepolisian dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla di wilayah-wilayah rawan. Kehadiran Banser diharapkan dapat memperkuat respons cepat apabila ditemukan titik api.
Selain menyiagakan personel, Arjoni menginstruksikan seluruh Pengurus Cabang GP Ansor se-Kalimantan Tengah hingga tingkat ranting agar aktif menggerakkan upaya pencegahan karhutla di daerah masing-masing. Para kader diminta meningkatkan pemantauan lingkungan serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia menilai, keberhasilan mencegah karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan potensi kebakaran sejak dini.
"Melalui kolaborasi bersama Polda Kalimantan Tengah dan seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis dapat menghentikan praktik pembakaran hutan secara liar. Pencegahan harus menjadi prioritas agar dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat dapat ditekan," tegasnya.
Arjoni berharap kader Ansor dan Banser dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kesadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan dan lahan. Menurutnya, langkah-langkah sederhana seperti tidak membakar lahan, segera melaporkan titik api, serta saling mengingatkan antarwarga merupakan bagian penting dari ikhtiar bersama menjaga Kalimantan Tengah tetap hijau dan terbebas dari bencana kabut asap selama musim kemarau. (Polin-1/ndik)