Komisi D DPRD Jember: Keracunan MBG di Semboro Jangan Dianggap Enteng

Komisi D DPRD Jember: Keracunan MBG di Semboro Jangan Dianggap Enteng
Foto: dok. DPRD Jember

Spektroom – Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu justru menuai berbagai kecaman lantaran penerima manfaat di sejumlah daerah mengalami keracunan.

Di Jember sendiri, tepatnya di Kecamatan Semboro,  dugaan keracunan siswa juga muncul setelah menyantap MBG.  Sebanyak 16 siswa SDN Sidomekar 05, Kecamatan Semboro mengaku mual, yang diduga sebagai gejala keracunan. Bahkan 5  di antaranya dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. Karena tidak parah, hari itu juga mereka dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sedangkan di tempat lain juga, muncul kabar yang tak kalah hebohnya, yaitu dugaan menu MBG basi yang diterima oleh murid-murid SDN 5 Bintoro Jember.

Menurut anggota Komisi D DPRD Kab. Jember, Mufid, walaupun peristiwa dugaan keracunan tersebut tidak begitu mengkhawatirkan, namun tetap harus diwaspadai dan wajib menjadi atensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Katanya, sebelum timbul peristiwa lain yang lebih parah, Pemkab Jember perlu mengambil langkah-langkah antisipatif.

“Keracunan MBG di Semboro jangan dianggap enteng. Kita tidak ingin kejadian itu terulang lagi, jangan sampai ada korban betulan,” ucapnya di Jember, Minggu (28/9/2025).

Mufid juga berharap agar pengelola MBG berhati-hati dalam menyiapkan makanan. Harus dicek sedetail mungkin menu-menu yang akan dikirim ke lembaga penerima manfaat, untuk memastikan kebersihan dan kesehatannya sehingga aman dikonsumsi.

“Pastikan SOP-nya telah dijalankan dengan benar. Saya yakin BGN sudah membekali  SOP bagi pengelola MBG,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hari-hari ini publik cukup peka terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk dalam masalah MBG. Sehingga jika terjadi kesalahan sedikit saja bisa menjadi berita viral, dan mendapat sorotan yang luas.

“Bagi pengelola MBG, hindari kesalahan sekecil apa pun, pastikan makanan aman dikonsumsi, ” ucapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 16 siswa SDN Sidomekar 05, mengalami mual dan sakit perut setelah menyantap MBG, bahkan lima di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis. Menu MBG yang dibagikan saat itu, Jumat (26 September 2025) berupa Sandwich terpisah berisi dua lembar roti tawar, telur rebus yang digoreng, keju, selada, timun, labu siam, perkedel tempe, serta susu UHT kemasan 110 mililiter.

Sedangkan di SDN 5 Bintoro, seorang guru bernama Nur Fadli mengunggah video dirinya sambil memegang piring berisi sayur kubis dan wartel, yang merupakan bagian dari MBG,  dengan narasi bahwa sayuran tersebut telah basi. Seketika video tersebut viral, dan menjadi berita nasional. (Yul)

Berita terkait

Camat Bungku Kabupaten Morowali  Meraih Gelar  Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Camat Bungku Kabupaten Morowali Meraih Gelar Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Spektroom - Kinerja aparatur sipil negara merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan.publik.Ditengah tuntutan reformasi birokrasi,globalisasi dan digitalisasi layanan Aparatur sipil negara tidak hanya di tuntut bekerja secara administratif,namun juga harus mampu menunjuķkan kinerja yang produktif,adaptif dan berorientasi. Camat Bungku Kabupaten Morowali

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti