KONI Sumbar Didorong Perkuat Pembinaan Usia Dini dan Pendataan Atlet

KONI Sumbar Didorong Perkuat Pembinaan Usia Dini dan Pendataan Atlet
Dari kanan: Plh Ketua Umum KONI Sumbar Editiawarman, Waketum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar, Septri dan Ketua Harian Perserosi Sumbar Arfan Rosyda saat berdiskusi soal olahraga Sumbar. (Foto: Dok. KONI Sumbar)

Spektroom - Living legend (legenda hidup) olahraga Sumatera Barat, Arfan Rosyda, menyampaikan pandangan strategis kepada pengurus KONI Sumbar terkait pentingnya menjaga dan membina atlet sejak usia dini.

Menurutnya, langkah paling mendasar adalah memastikan pendataan potensi atlet dilakukan secara menyeluruh, mulai dari cabang atletik hingga sepatu roda yang kini tengah berkembang pesat di Sumbar.

Arfan menilai, Sumatera Barat tidak pernah kehabisan talenta muda. “Banyak atlet potensial muda yang selalu muncul di Sumatera Barat, baik dari atletik maupun sepatu roda,” ujarnya dalam diskusi ringan bersama Plh Ketua Umum KONI Sumbar, Editiwarman dan Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi Septri di sela-sela Kejurda Sepatu Roda di Kota Pariaman, Jumat (21/11/2025).

Ia menegaskan, selama menjadi bagian dari kepengurusan PASI Sumbar, potensi atletik terlihat sangat besar. “Saya cukup lama menjadi pengurus PASI Sumbar, potensi sangat tinggi. Bahkan ada atlet kita yang sekarang bertanding untuk provinsi lain. Penyebabnya rata-rata karena sudah pindah dan pekerjaan,” tambahnya.

Pada era kepengurusan Pengprov PASI Sumbar di bawah Ketua Umum Sengaja Budi Syukur, Arfan menjabat sebagai Sekretaris Umum. Kini, di Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Sumbar, ia dipercaya sebagai Ketua Harian.

Dari pengalaman di dua cabang tersebut, Arfan melihat betapa pentingnya sistem pembinaan yang konsisten.

“Menjaga atlet dari usia dini itu butuh perhatian, komunikasi dengan orang tua, dan program latihan jangka panjang. Yang tidak kalah penting adalah pendataan atlet yang jelas agar setiap potensi bisa dipantau,” katanya.

Pandangan Arfan turut diamini Wakil Ketua Umum II Bidang Prestasi KONI Sumbar, Septri. Menurutnya, cabang atletik memang selalu menjadi tumpuan medali bagi Sumbar.

“Dari data yang ada, atletik selalu berpotensi menyumbang medali. Cabang ini tidak pernah kekurangan talenta,” aku Septri.

Selain atletik, Arfan juga tengah serius mengembangkan olahraga sepatu roda. Pada ajang terakhir di Malaka, atlet-atlet muda Sumbar sukses membawa pulang banyak medali.

“Ini bukti bahwa jika pembinaan dilakukan dengan benar, hasilnya akan terlihat,” ujarnya.

Plh Ketua Umum KONI Sumbar, Editiawarman, menyambut baik pandangan tersebut dan menegaskan komitmen pengurus untuk memperbaiki tata kelola pembinaan atlet. Menurutnya, pendataan atlet dan pemetaan potensi prestasi akan menjadi fokus utama KONI.

“Hal ini sejalan dengan semangat pengurus saat ini. Pendataan atlet, pendataan potensi, dan kerja sama yang baik dengan setiap cabor akan membuat gambaran prestasi semakin terlihat,” kata Editiawarman.

Ia menegaskan bahwa Sumbar memiliki modal sumber daya manusia yang besar di bidang olahraga.

“Sumatera Barat tidak kekurangan atlet potensial. Ke depan, kami akan fokus menyiapkan atlet dan mendukung cabang olahraga dalam melakukan pembinaan berkelanjutan. Prestasi tidak lahir secara tiba-tiba, tapi dari proses yang tertata,” ujarnya.

Ditambahkannya, KONI Sumbar juga tengah menyiapkan mekanisme monitoring atlet dan penguatan pelatih agar pembinaan berjalan lebih terarah. “Kami ingin memastikan bahwa setiap talenta yang muncul tidak hanya terdata, tetapi juga terpantau perkembangannya,” ugkapnya. (RRE/jiga)

Berita terkait

Tantangan Pasar Modal Indonesia Bukan Status MSCI, Melainkan Krisis Kredibilitas Investor

Tantangan Pasar Modal Indonesia Bukan Status MSCI, Melainkan Krisis Kredibilitas Investor

Jakarta –Spekstroom: Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Market dinilai belum menjadi indikator bahwa persoalan pasar modal nasional telah sepenuhnya teratasi. Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Laksamana Sukardi, menegaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah menurunnya tingkat kepercayaan

Wismo Basuki, Bian Pamungkas
Anak Yatim Piatu di Landak Akhirnya Kantongi Identitas Resmi,KIA dari Kejari

Anak Yatim Piatu di Landak Akhirnya Kantongi Identitas Resmi,KIA dari Kejari

Landak-Spektroom – Puluhan anak yatim piatu di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang selama ini belum memiliki identitas kependudukan resmi akhirnya mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA). Program tersebut difasilitasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Landak bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Landak. Penyerahan KIA berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri

Apolonius Welly, Bian Pamungkas