Trending

Bodewin Wattimena Mulai Program 169 Rumah Subsidi, Warga Berpenghasilan Rendah Jadi Prioritas

Bodewin Wattimena Mulai Program 169 Rumah Subsidi, Warga Berpenghasilan Rendah Jadi Prioritas
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menghadiri acara Peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe. Foto : Spektroom/Eva. M

Ambon-Spektroom: Pemerintah Kota Ambon mulai merealisasikan pembangunan 169 unit rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan aparatur sipil negara (ASN) melalui program perumahan subsidi pemerintah.

Peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe berlangsung di Lorong Sekot, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (14/8/2026), dan dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena bersama pihak pengembang dan pemerintah provinsi

Bodewin mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menyediakan tiga juta rumah subsidi bagi masyarakat.

Wali Kota Ambon meletakan batu pertama pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe. Foto Spektroom /Eva. M

“Kita bersyukur Kota Ambon mendapat alokasi. Hari ini kita mulai pembangunan 169 unit rumah bersubsidi. Harapannya masyarakat yang membutuhkan bisa memiliki rumah yang layak huni,” kata Bodewin usai peletakan batu pertama.

Menurutnya, program tersebut membuktikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan dan masyarakat. Ia meminta pembangunan tidak berhenti di tengah jalan sehingga rumah benar-benar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Bodewin juga menekankan persoalan air bersih tidak boleh diabaikan. Mengingat lokasi pembangunan berada di wilayah perbukitan, pengembang diminta memastikan ketersediaan air, akses jalan dan sistem pembuangan limbah.

“Dengan begitu, ini benar-benar menjadi hunian yang layak bagi masyarakat,” tegasnya.

Direktris Maluku Dropcorn, Elok Andri, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM sebelum pembangunan dimulai. Survei lokasi oleh PDAM menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi.

Ia menjelaskan pembangunan fisik dijadwalkan mulai Senin setelah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diterbitkan. Untuk satu unit rumah, pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan, sedangkan keseluruhan proyek ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun.

Untuk pembiayaan, masyarakat dapat membeli secara tunai maupun menggunakan fasilitas KPR dari BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN. Cicilan disebut sekitar Rp.850 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan dengan tenor hingga 20 tahun dan uang muka sekitar Rp.5 juta, sesuai skema pembiayaan.

Persyaratan yang disiapkan antara lain KTP suami-istri, kartu keluarga, rekening koran dan slip gaji. Bagi masyarakat yang bekerja sebagai wiraswasta, dapat melampirkan surat keterangan usaha.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus, bersama Wali Kota. Foto: spektroom/Eva. M

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus, mengatakan Maluku memperoleh kuota sekitar 3.000 unit rumah subsidi, yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Kota Ambon mendapat alokasi sekitar 500 unit. Menurut Nurjanah, tantangan pembangunan perumahan di Ambon lebih kompleks dibandingkan daerah lain, terutama terkait keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah.

Ia menegaskan pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, perbankan dan pengembang agar target penyediaan rumah subsidi dapat direalisasikan.

“Intinya kami terus mendorong agar target 3.000 rumah dapat tercapai dan seluruhnya bisa dinikmati masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Nurjanah. (EM)

Berita terkait

Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Jember-Spektroom : Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Jember (UNEJ) mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Terbaik 2 Best Information Literacy Program Award dalam ajang FKP2TN Award 2026. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN)

Julianto
PWI Pasaman Barat Kembali Definitif, Bupati Yulianto Tekankan Independensi Pers

PWI Pasaman Barat Kembali Definitif, Bupati Yulianto Tekankan Independensi Pers

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat Yulianto mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menyampaikan informasi yang akurat serta berimbang. Ia menegaskan, kemitraan tersebut harus tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme jurnalistik. Hal itu disampaikan Yulianto saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan

Rafles