Kemarau Panjang, 276 Warga Perbatasan Kapuas Hulu Krisis Air Bersih, Polri Turun dengan AWC
Kapuas Hulu-Spektroom : Kemarau panjang mulai melanda kehidupan warga di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Sebanyak 108 kepala keluarga atau 276 jiwa di Desa Sungai Antu, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, kesulitan mendapatkan air bersih setelah debit sumber air dari perbukitan terus menurun.
Merespons kondisi tersebut, Polres Kapuas Hulu melalui Polsek Puring Kencana turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Jumat (14/08/2026).
Distribusi air dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Bantuan dipusatkan di halaman Mako Polsek Puring Kencana dan halaman rumah warga, Yuvensius Lopo. Air bersih diangkut menggunakan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) milik Polres Kapuas Hulu.
Kapolsek Puring Kencana bersama personel, serta pengemudi dan operator AWC, terlibat langsung dalam proses pendistribusian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan yang semakin terasa.
Cuaca panas dengan curah hujan yang minim membuat aliran air dari kawasan perbukitan menuju permukiman warga menyusut drastis.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari memasak hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Bagi warga perbatasan, bantuan tersebut menjadi sangat berarti. Masyarakat menyambut positif kedatangan personel kepolisian dan menilai pasokan air bersih sangat membantu di tengah kemarau berkepanjangan.
Namun, distribusi bantuan itu tidak berlangsung tanpa hambatan. Penyaluran baru dapat dilakukan pada Jumat karena kendaraan AWC yang digunakan sebelumnya mengalami kerusakan pada dinamo cas dan aki.
Setelah kendaraan kembali dapat digunakan, personel langsung bergerak menuju lokasi terdampak.
Distribusi berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB dan berjalan aman, tertib, serta lancar.
Krisis air bersih ini menjadi alarm bahwa dampak kemarau mulai menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, kehadiran Polri tidak hanya terlihat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui bantuan langsung bagi warga yang terdampak.
Terlebih di kawasan perbatasan RI–Malaysia, bantuan air bersih menjadi bentuk nyata pelayanan negara kepada masyarakat yang menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan sumber air.