Beras Murah di Tengah Tekanan Harga, Harapan Warga Ketapang Tak Lagi Sekadar Menunggu
Ketapang-Spektroom : Di bawah terik siang yang menyengat di Kecamatan Benua Kayong, puluhan warga tampak mengantre dengan sabar di halaman Polsek Benua Kayong. Jumat (14/08/2026)
Tidak ada keramaian berlebihan, tidak ada hiruk-pikuk pasar seperti biasanya. Namun di tangan mereka, tersimpan harapan sederhana: membawa pulang beras dengan harga yang masih sanggup dijangkau kantong keluarga.
Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus membayangi kehidupan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, setiap rupiah kini menjadi sangat berarti.
Bagi sebagian warga, selisih beberapa ribu rupiah dalam membeli beras dapat menentukan cukup atau tidaknya kebutuhan dapur hingga akhir pekan.
Kondisi itulah yang menjadi latar belakang pelaksanaan Gerakan Pasar Murah yang digelar Polres Ketapang melalui Satuan Binmas bersama Polsek Benua Kayong.
Sebanyak 2.750 kilogram beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) didistribusikan kepada masyarakat dengan harga Rp59.000 per karung ukuran lima kilogram.
Bagi warga seperti Siti, seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengandalkan penghasilan suaminya sebagai buruh harian, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ia mengaku harga beras yang terus bergerak naik dalam beberapa bulan terakhir membuat pengeluaran rumah tangga semakin berat.
"Kalau ada beras yang lebih murah seperti ini tentu sangat membantu. Uang belanja bisa dipakai untuk kebutuhan lain anak-anak," ujarnya singkat sambil menggenggam karung beras yang baru dibelinya.
Fenomena tekanan harga pangan memang menjadi persoalan yang dirasakan banyak keluarga di berbagai daerah.
Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, kelompok masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka harus mengatur ulang prioritas pengeluaran, bahkan tidak jarang mengurangi konsumsi demi bertahan.
Karena itu, kehadiran pasar murah sering kali menjadi ruang bernapas bagi masyarakat. Program seperti ini tidak hanya berbicara tentang angka dan distribusi logistik, tetapi juga menyangkut rasa aman bahwa negara masih hadir di tengah kesulitan warganya.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, stabilitas harga pangan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat.
Di Benua Kayong, siang itu, ratusan kilogram beras mungkin hanya terlihat sebagai tumpukan karung. Namun bagi banyak keluarga, isinya adalah kepastian makan esok hari.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, bantuan sederhana seperti beras murah sering kali menjadi pengingat bahwa harapan tidak selalu datang dalam bentuk yang besar, tetapi bisa hadir melalui kebutuhan paling mendasar di meja makan keluarga.