Konsentrasi Pada Peningkatan Infrastruktur Jalan & Penanganan Kemiskinan
Lampung Tengah-Spektroom : Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2027, di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Selasa (10/3/2026).

Musrenbang tersebut mengusung tema “Percepatan Pembenahan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Pendukung Perekonomian Daerah serta Pemantapan Tata Kelola Pemerintahan.”
Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dalam laporannya menjelaskan bahwa sejumlah fokus pembangunan Lampung Tengah antara lain peningkatan infrastruktur jalan, penanganan kemiskinan, serta peningkatan pelayanan dasar seperti di rumah sakit, puskesmas, dan pemerintahan bagi masyarakat.
Komamg Koheri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung karena sebagian besar fokus pembangunan daerah berada di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.
Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal dibacakan Sekdaprov Marindo Kurniawan mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah atas kinerja pembangunan yang terus menunjukkan kemajuan.
Berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,28%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11% maupun regional Sumatera sebesar 4,81%.
Di Kabupaten Lampung Tengah, lanjut Gubernur Mirza pertumbuhan ekonomi bahkan mencapai 5,54% yang didukung kuat oleh sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 31,72% terhadap perekonomian daerah.
"Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan Provinsi Lampung pada September 2025 turun menjadi 9,66%, sekaligus menjadi capaian bersejarah karena untuk pertama kalinya berada pada angka satu digit" ujar Marindo membacakan sambutan Gubernur.
Sementara tingkat kemiskinan di Kabupaten Lampung Tengah tercatat sebesar 9,59%, lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi.
Selain itu, kualitas pembangunan manusia juga terus meningkat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung mencapai 73,98 dengan kategori tinggi, sedangkan IPM Kabupaten Lampung Tengah mencapai 74,86 dan menjadi yang tertinggi di tingkat kabupaten se-Provinsi Lampung.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting untuk memasuki fase akselerasi pembangunan menuju tahun 2027.
Gubernur Mirza menekankan pentingnya penyelarasan program pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan Provinsi Lampung agar pelaksanaannya saling mendukung dan mendorong percepatan pembangunan secara lebih terarah.
Gubernur berharap melalui forum Musrenbang tersebut dapat dirumuskan program pembangunan yang benar-benar prioritas, terukur, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan pembangunan harus disusun secara cermat, berbasis kemampuan fiskal daerah, serta fokus pada program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Dirinya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Tengah maupun Provinsi Lampung secara keseluruhan.
Musrenbang tersebut mengusung tema “Percepatan Pembenahan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Pendukung Perekonomian Daerah serta Pemantapan Tata Kelola Pemerintahan.”
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh profesi, pelaku dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, para camat, lurah, serta organisasi kemasyarakatan.
Forum ini menjadi wadah koordinasi dan penyelarasan perencanaan pembangunan antara pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan, sehingga rencana pembangunan yang disusun dapat lebih berkualitas, realistis, dan tepat sasaran.(@Ng).