Trending

Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial

Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
Menkop saat pelucuran kolaborasi kopdeskel dengan Program Keluarga Harapan (humas koperasi)

Pasuruan -Jawa Timur: Ketiga kalinya program Kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) diluncurkan. Kali ini program kolaborasi ini dilakukan di Desa Gejugjati Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya transformasi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih sebagai langkah strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia berharap setelah para penerima program dari Kemensos seperti PKH, Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Sembako dan program lainnya menjadi anggota koperasi dapat meningkat derajat hidup dan kesejahteraannya.

"Kalau semua penerima manfaat PKH dan sembako menjadi anggota Kopdes, maka ini bisa meringankan tugas Kemensos untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi terobosan dan bisa kita lakukan di banyak tempat," kata Menkop Ferry di Pasuruan,Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis kartu anggota Kopdes/Kel Merah Putih, buku simpanan keluarga penerima manfaat PKH, bantuan sembako, ayam petelur, serta modal kerja dari BNI dan Bank Jatim masing-masing senilai Rp20 juta. Selain itu, Pupuk Indonesia menyerahkan 1 ton pupuk non-subsidi, sementara Perum Bulog dan ID Food memberikan perangkat komputer, printer, dan paket sembako.

Menkop bersama mensos, wamenkop dan wagub jatim ( humas kemenkop)

Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa sejumlah manfaat akan didapatkan para keluarga penerima manfaat program PKH ketika menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih. Mereka dipastikan akan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan berbagai komoditas bersubsidi seperti pupuk, gas LPG dan komoditas lainnya melalui Kopdes.

Bahkan selain menjadi konsumen, para penerima manfaat PKH akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) di setiap akhir periode. SHU ini merupakan akumulasi dari seluruh transaksi anggota Kopdes dan masyarakat umum ketika melakukan transaksi di Kopdes.

Menkop Ferry juga menekankan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih diarahkan untuk menjadi offtaker produk masyarakat. “Itu gunanya koperasi desa, menjadi offtaker dari produk masyarakat apakah peternakan, UMKM, kerajinan, kuliner, dan lain-lain,”ucapnya.

Sementara itu Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa di Jawa Timur penerima manfaat ada 5 juta keluarga penerima manfaat PKH dan bantuan lainnya. Sementara di Kabupaten Pasuruan lebih dari 229 ribu keluarga. Saifullah memastikan seluruh penerima manfaat akan didorong untuk menjadi anggota Kopdes/Kel Merah Putih. Mensos juga mengingatkan agar bantuan sosial digunakan secara produktif.

“Kalau menerima bantuan tidak boleh untuk bayar utang atau membeli hal-hal yang merusak ekonomi keluarga seperti judi online dan miras. Setelah mendapatkan bansos, harapannya semangat untuk menjadi keluarga mandiri. Karena bansos itu sementara, berdaya itu selamanya,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai program Kopdes/Kel Merah Putih sebagai wadah penting bagi penguatan ekonomi desa. Di Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tumbuh sebesar 5,85 persen. Tingginya realisasi pertumbuhan ekonomi ini turut digerakkan oleh kegiatan ekonomi desa termasuk program dari pemerintah pusat.

"Saat ini sudah beroperasi 97 kopdes, ada yang punya lebih dari satu gerai. Total anggota terdaftar 157 ribu orang, padahal di awal pembentukan hanya 6 ribu," ucapnya.

Berita terkait

Optimalkan Layanan Kesehatan, Bapenda Jember Bersama Puskesmas Jenggawah Evaluasi Capaian Home Care

Optimalkan Layanan Kesehatan, Bapenda Jember Bersama Puskesmas Jenggawah Evaluasi Capaian Home Care

Jember-Spektroom : Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung optimalisasi pelayanan dasar bagi masyarakat. Bapenda Kabupaten Jember bersama Puskesmas Jenggawah menggelar rapat evaluasi berkala, bertempat di kantor Puskesmas Jenggawah, kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (30/10/2026). Rapat evaluasi digelar terkait pelaksanaan

Budi Sucahyono, Julianto
Minyak Jelantah Jadi Peluang Usaha, Empat Koperasi di Banyumas Jadi Percontohan

Minyak Jelantah Jadi Peluang Usaha, Empat Koperasi di Banyumas Jadi Percontohan

Banyumas-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas mendukung program percontohan (piloting) pengumpulan minyak jelantah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini diharapkan mampu mengubah limbah rumah tangga dan usaha kuliner menjadi sumber ekonomi baru sekaligus mendukung pengembangan energi ramah lingkungan. Program kerja sama Kementerian Koperasi dengan PT Pertamina (Persero) tersebut

Bian Pamungkas
Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Jember-Spektroom : Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Jember (UNEJ) mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Terbaik 2 Best Information Literacy Program Award dalam ajang FKP2TN Award 2026. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN)

Julianto