Kota Solo, Mununggu Instruksi Resmi Keberlanjutan Sekolah Daring 1 April 2026
Solo - Spektroom : Meski telah menyatakan siap melaksanakan, tetapi Dinas Pendidikan Kota Surakarta masih menunggu arahan resmi dari Pemerintah Pusat keberlanjutan recana kebijakan belajar siswa di rumah mulai bulan April mendatang.
Dikonfirmasi ( Rabu, 25/03/2026 ) Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan meski kebijakan sebagai upaya efisien energi tetapi sebenarnya metode pembelajaran dengan tatap muka tetap merupakan standart yang baik.
Sedang dari sisi kesiapan infrastruktur sudah memiliki pengalaman matang dalam mengelola sistem pembelajaran daring mulai dari guru dalam mengolah bahan ajar digital serta kepemilikan perangkat canggih di kalangan siswa
Tetapi, indikator keberhasilan pendidikan tetap paling efektif jika diukur melalui interaksi langsung di dalam ruang kelas atau metode klasikal.
"Cuma ya menurut saya itu pilihan yang paling terakhir karena metode pembelajaran yang saat ini paling bisa diukur keberhasilannya ya dengan model tatap muka itu," ujar Dwi Ariyatno
Disisi lain tantangan utama dari kebijakan belajar di rumah dari aspek pendampingan orang tua terhadap anak saat proses belajar berlangung seringkali tidak maksimal karena kesibukan orang tua yang juga harus bekerja.
Dengan fakta tersebut Dwi mengkhawatirkan akan mempengaruhi kualitas serapan materi bagi siswa jika tidak dilakukan pemantauan yang ketat selama pelaksanaan skema daring .
Sedang pertimbangan efisiensi energi yang melatarbelakangi wacana sekolah daring, dinilai dampaknya mungkin tidak akan terlalu signifikan jika hanya diterapkan secara parsial, tetapi akan terasa secara luas jika telah menjadi kesepakatan dan instruksi nasional yang terpadu di seluruh wilayah.
Untuk itu Kota Surakarta masih menunggu instruksi teknis keberjlanjutan rencana kebijakan efsisien energi dengan sekolah daring sebelum mengambil langkah strategis di tingkat daerah.
"Kalau skema pelaksanaannya akan dilaksanakan daring, kita jauh lebih siap kalau itu memang kondisi terpaksa darurat yang harus dilakukan," kata Dwi.
(Dan)