Lahan Pertanian di Semenanjung Nusaniwe Kota Ambon Menjanjikan. PPL Bersama Petani Tancap Gas

Lahan Pertanian di Semenanjung Nusaniwe Kota Ambon Menjanjikan. PPL Bersama Petani Tancap Gas
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Latuhalat Alvian tinjau lahan petani Latuhalat. (Foto : Yan.L/ spektroom).

Ambon-Spektroon: Potensi dan sumber daya alam pada desa desa pesisir di semenanjung nusaniwe Kota Ambon cukup menjanjikan, bila dikelola secara baik akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan dan Kesejahteraan masyarakat. Selain sektor perikanan, sektor pertanian juga tidak kalah penting, bahkan sangat berpeluang untuk mendukung ketahanan pangan lokal , termasuk tanaman holtikultura untuk pemasok komuditi cabe dan sayur mayur.

Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Desa Latuhalat Alvian Tuasuhuun S.P. menyikapi potensi sektor pertanian yang dimiliki desa desa pesisir termasuk Latuhalat, sangat menjanjikan , mendorong dirinya secara intens melakukan pendekatan dan proses pendampingan kepada para petani, agar secara bersama memanfaatkan lahan pertanian maupun pekarangan yang ada untuk bercocok tanam tanaman produktif terutama sayur mayur.

Usaha budidaya sayur mayur memiliki prospek cerah seiring kebutuhan pasar yang terus meningkat. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan mengembangkan potensi pertanian yang ada untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Diwawancarai Spektroom saat meninjau lahan pertanian Kelompok Tani Bunda Wilhelmina di Passa Desa Latuhalat, Alvian Tuasuhuun mengatakan, sejak penempatan diri nya sebagai PPL Desa latuhalat telah berhasil membentuk 4 kelompok tani.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Latuhalat Alvian di lahan kebun kelompok tani Bunda Wilhelmina di Passa Desa Latuhalat. (Foto Yan.L/ spektroom)

Selama ini petani di desa Latuhalat berkebun secara perorangan , belum pernah terakomodir dalam suatu wadah atau kelompok tani. Ketika saya mulai bertugas disini, saya bertemu dan berdialog sama petani ternyata mereka sangat berkeinginan untuk mau bergabung dalam kelompok tani, tutur Alvian.

Pemerintah lewat Kementrian Pertanian lanjut jebolan Fakultas Pertanian Unpatti ini, membentuk Kelompok tani untuk kepentingan petani itu sendiri. Alasannya lewat kelompok Tani, petani bisa berdiskusi dan belajar bersama, saling berbagi informasi dan pengetahuan lewat Penyuluh Pertanian untuk peningkatan produktivitas hasil pertanian. Kalau sudah terbentuk Kelompok tani, petani pun berhak memperoleh pupuk bersubsidi dari pemerintah dengan harga terjangkau maupun bantuan lainnya.

4 Kelompok Tani yang telah dibentuk di desa Latuhalat masing masing di Dusun Waimahu, Tupa, Ukuhuri dan di Dusun Passa Rata, bergerak di bidang tanaman pangan dan hortikultura dua sektor yang memegang peranan vital dalam ketahanan pangan keluarga maupun perekonomian daerah.

Selaku PPL pertanian , Alvian Tuasuhuun bertekad bersama petani siap tancap gas memanfaatkan potensi lahan pertanian yang ada disemenanjung Nusaniwe untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.( Yan.L)

Berita terkait

PWI Kabupaten Bogor Tebar Literasi Media hingga Pelosok Desa Lewat Safari Jurnalis

PWI Kabupaten Bogor Tebar Literasi Media hingga Pelosok Desa Lewat Safari Jurnalis

Cibinong-Spektroom: Upaya meningkatkan literasi media dan pemahaman masyarakat terhadap dunia jurnalistik terus digencarkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor. Melalui program Safari Jurnalis 2026, organisasi profesi wartawan tersebut menyambangi Kecamatan Sukajaya untuk memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat sekaligus mendorong keterbukaan informasi publik hingga ke tingkat desa. Kegiatan yang

Polin, Anggoro AP
Nota Kesepahaman Pemkab Bintuni Dan P.N Manokwari, Hadirkan Sidang Keliling

Nota Kesepahaman Pemkab Bintuni Dan P.N Manokwari, Hadirkan Sidang Keliling

Bintuni-Spektroom : Pengurusan dokumen kependudukan yakni dokumen berupa kartu (Kartu Tanda Penduduk/KTP, Kartu Keluarga/KK dan Kartu Identitas Anak/KIA), dokumen berupa akta pencatatan sipil (akta kelahiran,akta kematian dll), demikian pula dokumen berupa surat keterangan (keterangan pindah, keterangan domisili dll), kerap dihadapkan pada permasalahan klasik seperti biaya mahal, transportasi

Anthonius Teniwut, Julianto